Di IPP, HK2 Bacakan Yasin

Peliput/Editor: ASEP NURDIN

Di IPP, HK2 Bacakan Yasin

BENTANGKAN SPANDUK: Sekitar 120 Tenaga HK2 melakukan aksi damai di Halaman Kantor IPP dan membentangkan spanduk, kemarin (5/11). (Foto: ASEP NURDIN/SUMEKS)

**Koordinator Aksi: Disinyalir Ada Mafia Birokrasi

KOTA – Upaya mencari keadilan kepada pemerintah, sekitar 120 tenaga Honorer Kategori Dua (HK2) dari sejumlah SKPD, mendatangi Kantor IPP Kabupaten Sumedang, Senin (5/11).

Koordinator Aksi, Tatang Kurniawan menyebutkan, aksi demo damai itu dilakukan lantaran belum turunya SK pengangkatan PNS.

“Kita sudah lima tahun dinyatakan lulus tes CPNS, bahkan kita sudah melaksanakan prosedur yang sudah ditentukan pemerintah,” katanya.

Bahkan dia mengaku sudah lolos verifikasi dengan mendapatkan secarik kertas berupa kartu testing. “Sebelumnya juga kita sudah dipublikasikan, bahwa kategori dua berjumlah 3.314 orang. Dan mereka melaksanakan test tulis pada Bulan Oktober Tahun 2013 lalu,” tuturnya.

Namun setelah pelaksanaan tes, kata dia, ternyata yang lulus pada waktu itu hanya berjumlah 970 orang. Dari 970 itu, terbagi dua bagian. Yakni golongan dia sendiri yang belum memiliki SK pengangkatan serta golongan yang sudah mendapatkan SK pengangkatan yang  berjumlah 602 orang.

“Kenapa kami tidak mendapatkan SK? Padahal sama-sama memiliki riwayat yang sama,” tegasnya.

Bahkan lebih parahnya lagi, banyak diantara mereka yang justru usianya jauh lebih muda. “TMT-nya pun  jelas di bawah kami. Tapi kenapa mereka mendapatkan SK, sementara kami tidak?” katanya.

Bahkan pihaknya menuding ada keterlibatan oknum yang bermain di belakang itu. “Disinyalir ada mafia birokrasi, karena yang diangkat itu ada sodaranya pejabat, ada keponakannya pejabat bahkan cash money (uang kes) juga banyak,” tegasnya.

Di tempat sama, honorer lainnya Angrila menyebutkan, alasan lain tidak diterimanya SK pengangkatan itu karena tidak ada surat pertanggungjawaban mutlak dari bupati. “Padahal kami sudah uji publik selama 21 hari dan sudah diumumkan kelulusannya oleh kemenpan RB,” ujarnya.

Keputusan Kementerian itu tertuang dalan surat Nomor B/789/M.PAN/2/2014, tanggal 9 pebruari 2014. Tentang pengumuman kelulusan peserta seleksi  CPNS  tahun 2013, dari tenaga honorer K2. “Selama lima tahun dipingpong, kata inspektorat ke BKD, kata BKD harus ke bupati,” ucapnya.

Sementara itu, aksi tersebut diwarnai dengan pembacaan Surat Yasin secara bersamaan, sebagai tanda keprihatinan mereka terhadap keadaan nasibnya selama ini. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.