oleh

Di Wado, Pasar Sudah Terasa Sepi

SUMEDANGEKSPRES.COM – Aktivitas Pasar Wado Kabupaten Sumedang setelah pandemi Covid-19 mengalami penurunan.

Kondisi tersebut dirasakan oleh sejumlah pedagang yang setiap harinya berjualan di Pasar Wado.

Salah seorang pedagang kelontongan di Pasar Wado Sumedang Serin mengaku masih tetap berjualan walaupun minim pembeli.

“Kami masih berdagang membuka kios, walau harus diakui,  pembeli agak kurang dari biasanya,” ujarnya kepada sumeks, kemarin.

Tak hanya Serin, pedagang lainnya pun seperti penjual sembako, masih tetap buka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Suplai dari distributor pun masih berjalan. Setiap hari juga sayuran datang. Karena kalau sayuran memang setiap hari juga habis,” kata pedagang lainnya.

Namun demikian, meski konsumen berkurang, para pedagang mengaku tidak menaikan atau menurunkan harga dagangan. Semua harga berbagai jenis dagangan masih berada di harga standar atau normal.

“Penurunan pembeli 90 persen biasa dapat Rp1 juta, sekarang paling Rp100 ribu sudah bagus,” ucapnya. 

Ditempat terpisah, salah seorang warga Ferry mengaku, untuk datang ke pasar, saat ini masih ada rasa takut. Sebab, warga tidak mau ambil resiko.

“Jangankan pasar, berada ditempat yang agak ramai saja, sekarang harus ekstra menjaga diri, takutnya ada salah satu dari jumlah orang yang ada di tempat ramai, terjangkit virus korona,”terangnya.

Dia mengaku, kecemasan selalu datang pada saat berada di tempat ramai. Untuk saat ini lebih banyak warga yang memilih belanja di warung terdekat, meski harga sedikit mahal.

“Kalau ada di warung terdekat, saya milih belanja di warung saja,” tuturnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed