Didik Anak Terampil Listrik Hingga Kerja di Negeri Sakura

Ada anggapan jika SMK saat ini memberikan kontribusi besar terhadap pengangguran di Jawa Barat. Bagaimana SMK Negeri 1 Situraja menyikapi hal itu. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA,Situraja.

POSISI matahari sudah bergeser ke arah barat, aktifitas di di SMK Negeri 1 Situraja terlihat. Selain ada yang berseragam saya juga melihat ada satu siswa yang keluar dari SMK itu mengenakan pakaian bebas.

Selidik punya selidik dia merupakan alumni dari SMK tersebut. Rizki namanya, dia lulus dari sekolah yang ada di Desa Sukatali tiga tahun lalu. Kepada saya, dia menuturkan kedatangannya ke sekolah almamaternya untuk bersilaturahmi dengan para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

”Alhamdulilah saat ini saya bekerja di Jepang, ini berkat kerja keras para guru di sini yang sudah mendidik saya sewaktu sekolah di sini,” kata Rizki mengawali pembicaraan.

Disebutkan dia, dirinya bekerja di salahsatu perkebunan di Osaka Jepang.

Sebelum pergi ke luar negeri, dia mengku sempat bekerja di Cikarang selama setahun lebih. Pada tahun 2016, dirinya diajak rekannya untuk mengikuti seleksi yang nantinya akan dipekerjakan di Jepang.

Tak disangka, hasil seleksi itu memuaskan. Dirinya lolos terpilih dan bisa berangkat ke Negeri Sakura, pada Juni 2016 lalu. ”Awalnya ada yang ngajak, dan saya pun ikut seleksi, alhamudilah saya lolos dan berangkat ke Jepang pada tahun 2016,” paparnya.

Dia menuturkan, bahwa ada bekal ilmu yang membantunya untuk tetap lancar menjalankan rutinitas pekerjaan di Jepang. Kata dia, bekerja di Jepang paling diutamakan dalah kedisiplinan waktu. Untungnya, sikap disiplin itu sudah didapatkannya semasa sekolah.

”Kalau kerja di Jepang itu yang diutamakan masalah disiplin waktu. Tapi bagi saya hal seperti itu bukanlah hal yang sulit. Sebab, saya sudah terbiasa dituntut untuk disiplin waktu saat sekolah di SMK Negeri Situraja,” imbuhnya.

Sebab itu, dirinya mengingatkan kepada adik-adik kelasnya untuk membiasakan diri disiplin waktu. Sebab, saat bekerja nanti modal utama itu adalah disiplin.

“Sebenarnya sikap disiplin itu harus dipupuk dari sejak masih sekolah, karena dalam pekerjaan juga yang diutamakan itu adalah kedisiplinan,” ucapnya.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 1 Situraja, Lolly R Roliawaty optimistis jika siswa lulusan dari SMK tidak akan jadi pengangguran. Karena sebut dia, SMK telah mendidik sesuai dengan kurikulum dan sinergi dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

”Pemilik perusahaanya siap membimbing dan mengarahkan para Siswa SMK agar siap bekerja, dan setelah siswa lulus dari SMK siap pula untuk merekrutnya. Itulah yang disebut peduli anak bangsa,” kata Lolly mendampingi Dirut PT Waskita Energi Wado, Ir. Surahman M.Tech, M.Eng memberikan pemaparan dihadapan para siswa di SMKN 1 Situraja.

Salahsatu jurusan yang ada di SMK tersebut yakni jurusan hydro mechanical dan hydro electrical. Menurut dia, jurusan itu merupakan jawaban adanya sejumlah pembangkit listrik yang akan dibangun di Kabupaten Sumedang, termasuk PLTA Jatigede dan Wado.

“Konon katanya, jurusan ini baru satu-satunya ada di Jawa Barat bahkan di Indonesia,” jelasnya.

Alasannya, menurut Lolly sederhana, dengan adanya sejumlah pembangkit listrik di Sumedang, daripada menggunakan tenaga kerja dari luar lebih baik menggunakan tenaga kerja yang sudah terlatih dari Sumedang.

“Kalau sekolahnya menurut spectrum kurikulum 2013, selama tiga tahun belajar mengenai pembangkit tenaga listrik. Setelah mengikuti ajian akhir nanti, setelah UNBK, satu tahun lagi mereka akan kursus atau pelatihan mengenai kepembangkitan tenaga listrik itu sendiri,” ungkapnya.

Dirinya pun optimistis SMKN Situraja tidak akan menjadi penyumbang jumlah pengangguran, khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang. “Sekarang saja sudah ada kembang-kembang bahwa lulusan dari SMKN Situraja akan diserap oleh salahsatu perusahaan yang ada di Wado. Karena PKLnya juga beda, kalau yang lain cuman 3 bulan. Jurusan pembangkit listrik ini harus 6 bulan,” imbuhnya.

Ditemui di ruang kerja kepala SMKN 1 Situraja, Ir. Surahman, M.Tech, M.Eng., menyebutkan salahsatu keinginannya membentuk PLTA Wado, adalah bentuk kepedulian dirinya kepada daerahnya. “Bahwa saat ini kami memerlukan tenaga aplikasi yang siap pakai. Nah, untuk itu kami menyiapkan satu jurusan bekerjasama dengan SMKN Situraja, yaitu jurusan teknik pembangkit tenaga listrik,” ungkapnya.

Jurusan tersebut tak hanya ditujukan untuk hydropower (PLTA) namun lebih untuk dapat mengisi tenaga aplikasi yang siap pakai untuk pembangkit-pembangkit listrik yang ada. “Di Indonesia kan ada PLTA, PLTU terus juga ada PLTP atau Geothermal. Nah, pada saat ini SMK Situraja sudah memiliki tiga angkatan, yang paling pertama sudah berada di kelas tiga,” imbuhnya. (eri/ign)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.