Digagahi, Pelajar SMA Hamil, Korban Terbuai Bujuk Rayu Kekasih

Digagahi, Pelajar SMA Hamil, Korban Terbuai Bujuk Rayu Kekasih

PEWARTA: sobar bahtiar

SUMEKSCOM, Kota – Terbuai bujuk rayu, keperawanan seorang siswi SMA di Cimanggung, direnggut kekasihnya, AM (24) alias Rait. Ironisnya, kasus persetubuhan di luar nikah itu, terakhir kali dilakukan di rumah korban.
Korban, sebut saja Melati, tidak kuasa saat sang kekasih, meminta “jatah”. Meski hatinya berontak, tapi rayuan Rait membuat Melati tidak berdaya. Bahkan, perbuatan bejat Rait dilakukannya hingga enam kali.

Akibat perbuatan Rait, kini korban menanggung malu karena hamil. Meski awalnya menjanjikan bertanggung jawab, namun Rait justru selalu berkelit.

Bahkan, di usia kehamilan korban yang menginjak sembilan bulan, pelaku tetap tidak menunjukkan itikad baik. Kesal dengan janji-janji, korban pun melaporkan nasib yang dialami kepada keluarganya.

Peristiwa yang dialami korban, pun akhirnya tersebar dari mulut ke mulut di sekitar rumah korban. Bahkan, sejak kasus itu mencuat, korban tidak pernah terlihat ke luar rumah.

“Kasihan korban, masih pelajar SMA. Sekolahnya terbengkalai. Bagaimana pun, perempuan yang menjadi korban, meski dilakukan suka sama suka, tapi kan awalnya dari bujuk rayu pelaku,” ujar seorang tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, pihak keluarga yang tidak terima dengan perlakukan Rait, melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama menerima laporan, polisi melakukan perburuan kepada pelaku. Dan, pada Minggu (16/10), pelaku yang merupakan sopir angkutan umum ini, berhasil dibekuk.

“Dalam laporan, Rait menggauli korban sebanyak enam kali, hingga korban hamil,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Agus Iman Rifai melalui Kasub Bag Humas AKP Dadang Rostika saat dikonfirmasi wartawan terkait laporan kasus tersebut, kemarin (17/10).

Kini, pelaku yang beralamat di Dusun Kalapa Dua Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, itu pun harus merasakan dinginnya jeruji besi. Pasalnya, persetubuhan itu diduga kuat atas bujuk rayu pelaku.

Pelaku dinyatakan melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002. “Saat ini, kami sedang menindaklanjuti kasus tersebut,” tutupnya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.