Dikyasa Sosialisasikan UU Lalulintas

Peliput/Editor: ASEP NURDIN/SUMEKS

Dikyasa Sosialisasikan UU Lalulintas

SOSIALISASI LALULINTAS: Kanit Dikyasa Polres Sumedang Ipda H Syaiful Bahri mensosialisasikan Undang-undang Lalulintas kepada siswa MAN 2 Sumedang, belum lama ini.

SUMEDANG – Unit Pendidikan Rekayasa (Dikyasa) Lalulintas Polres Sumedang terus berusaha dan bekerja keras mensosialisasikan Undang-undang Lalulintas dari sekolah ke sekolah. Hal itu dilakukan dalam upaya menjadikan masyarakat yang tertib berlalulintas.

Seperti yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negri (MAN) 2 Sumedang pada kegiatan pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), belum lama ini.

Kepala Unit Dikyasa Polres Sumedang Ipda H Syaiful Bahri mengatakan pendidikan Rekayasa Lalulintas merupakan suatu tatacara bagaimana menciptakan situasi lalu lintas yang tertib dan lancar. Agar, masyarakat mengetahui dan memahami pentingnya berlalu lintas.

“Kami Sosialisasikan UU Lalulintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan angkutan jalan,” kata Syaiful kepada Sumeks, baru-baru ini.

Dikatakan, ada beberapa poin penting yang harus telah disampaikan kepada para pelajar MAN 2 Sumedang. Diantaranya, bagaimana tatacara untuk mendapatkan SIM, ketentuan berkendara serta bentuk pelanggaran yang tercantum pada UU Nomor 22 Tahun 2009.

“Ada tiga klasifikasi bentuk pelanggaran lalulintas. Kategori ringan, sedang dan berat,” kata Syaiful menerangkan.

Kata Syaiful, bentuk pelanggaran ringan seperti tidak mengenakan helm standar. “Pelanggarnya dapat dikenakan denda sebesar Rp 100- Rp 250 ribu,” katanya.

Kategori pelanggaran sedang, kata dia, seperti lupa membawa SIM saat berkendara. Maka, pelanggarnya dapat dikenakan denda antara Rp 500 – Rp 750 ribu.

“Sedangkan, untuk kategori pelanggaran berat ketika seorang pengendara belum memiliki SIM. Dendaan bagi pelanggar kategori berat ini antara Rp 1 – Rp 1,5 juta,” tandasnya.

Di samping materi UU Lalulintas, pada kesempatan tersebut Syaiful juga membekali siswa MAN 2 Sumedang dengan 12 gerakan pengaturan Lalulintas. Diantaranya, gerakan stop semua jurusan, stop arah depan petugas, ayop kiri petugas, stop jurusan tertentu, percepat dari kanan petugas, percepat dari kiri petugas dan lain-lain.

Dengan berbekal 12 gerakan tersebut, kata Syaiful, selain bertugas mengamankan sekolah, para anggota PKS juga dapat diperbantukan pada momen tertentu. Seperti, operasi Ketupat Lebaran, Lilin Lodaya dan tahun baru.

“Baik pihak kepolisian yang meminta ataupun PKS yang ingin berpartisipasi,” pungkasnya. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js