Dinas Peternakan Selidiki Kematian Sapi

Peliput/Editor: DOK

Dinas Peternakan Selidiki Kematian Sapi

MATI MENDADAK: Salah satu sapi ternak warga Desa Cijambe Kecamatan Paseh mati mendadak beberapa waktu lalu. Kini Dinas Peternakan Sumedang tengah melakukan uji lab.

Gandeng Balitvet Subang

KOTA – Dinas Peternakan Kabupaten Sumedang, masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dengan adanya lima ekor sapi yang mati mendadak di Desa Cijambe Kecamatan Paseh, beberapa waktu lalu.

“Kalau untuk pemeriksaan fisik luar sudah dilakukan. Akan tetapi untuk lebih detailnya, kita perlu ketahui hasil uji sampling bagian organ dalamnya,” ujar Kepala Bidang Peternakan Ir H Erwin saat ditemui di kantornya, kemarin (1/11).

Erwin mengungkapkan, hasil dugaan sementara kelima ekor sapi tersebut mati dikarenakan Timpani. Yakni efek dimana hewan mengalami kembung akibat kesalahan pola asupan makanan. Beberapa penyebabnya diantara karena asupan makanan yang terlalu banyak megandung air dan memicu gas ketika proses mencerna makanan.

“Untuk dugaan sementara karena Timpani, yakni kembung dan produksi gas berlebih di dalam lambung hewan. Contohnya ketika hewan terlalu banyak memakan rumput yang muda, ini tentu dapat memicu produksi gas di lambung hewan menjadi berlebihan,” tuturnya.

Untuk memastikan hasilnya, Dinas Peternakan bekerja sama dengan Badan Penelitian Veteriner (balitvet) Subang untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Kalu balai kan memeriksanya dengan alat yang lebih canggih, dan tentunya dengan harapan ada hasil temuan yang bisa saja tidak diketahui oleh tim di sini,” tandasnya.

Dirinya menegaskan, kelima sapi tersebut belum terdaftar dalam program asuransi sapi. Sehingga tidak mendapatkan penggantian klaim. Untuk itu, pihak Dinas Peternakan mengimbau setiap peternak untuk mengikutsertakan ternak sapinya ke dalam program asuransi.

“Untuk itu kami imbau peternak, masuk untuk ikut asuransi sapi. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan ada hal yang tidak diinginkan seperti kasus di Paseh itu. Untuk pendaftaran dan infonya bisa datang langsung ke Dinas Peternakan atau bisa via WA di bidang peternakan, 081394138501,” terangnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js