oleh

Disdik Bantah Sekolah Jadi Klaster

Anak SD Kena Covid di Pasar Situraja

SUMEDANGESKPRES.COM– Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin menampik beredarnya pemberitaan nasional yang menyebutkan terdapat klaster Covid 19 di lingkungan sekolah di Sumedang

Padahal, hingga saat ini, pihaknya belum mengeluarkan instruksi kepada para kepala sekolah, untuk memulai pembelajaran dengan tatap muka.

“Bahwa di kabupaten Sumedang terdapat anak yang terinfeksi covid-19 klaster sekolah, adalah tidak benar,” katanya saat dikonfirmasi Sumeks, Kamis (13/8).

Yang benar, kata dia, bahwa pada tanggal 6 Agustus 2020 tim Satgas/Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 kabupaten Sumedang, mengumumkan terdapat 12 orang di Sumedang positif covid-19.

Baca Juga :
Sekolah Jalin Komunikasi dengan Desa

“Dua diantaranya, anak berusia 6 tahun dan 9 tahun. Anak tersebut terinfeksi dari rangkaian klaster Pasar Situraja, bukan dari sekolah,” kata Agus.

Dijelaskan, sejak darurat covid-19 Maret 2020 lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang tidak pernah mengadakan dan bahkan mengizinkan KBM tatap muka di sekolah.

“Kita kan sudah kasih solusi dengan tujuh metode pembelajaran komplementer,” ujarnya.

Yakni, pembelajaran virtual, tematik project, guru menyusun modul dan Lembar Kerja Siswa (LKS), Home Visit atau guru yang menyambangi rumah siswa, pembelajaran melalui televisi dan radio, pembelajaran melalui grup media sosial, dan melalui pembelajaran berkala dan terukur.

Dijelaskan, ketujuh metode tersebut sifatnya komplementer atau saling mengisi dan melengkapi. Jika virtual tidak bisa dilaksanakan, maka home visit-nya bisa ditambah dan begitu seterusnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed