Disdik: Dana BOS 2019, Dipastikan Tak Naik

Disdik: Dana BOS 2019, Dipastikan Tak Naik

WAWANCARA: Sekretaris Dinas Pendidikan yang juga Meneger Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kabupaten Sumedang Unep Hidayat, diwawancara sejumlah wartawan, kemarin.(ASEP NURDIN / SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEKS

KOTA – Sekretaris Dinas Pendidikan Sumedang yang juga Meneger Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kabupaten Sumedang, Unep Hidayat mengatakan, pemerintah pusat akan segera menggelontorkan Dana BOS untuk Tahun 2019, yang pencairannya Maret mendatang.

“Bulan ini mudah-mudahan sudah mulai proses, untuk pemberian kucuran triwulan pertama di Tahun 2019 ini,” katanya usai menggelar acara Evaluasi Program Tahun Anggaran 2018 dan Sosialisasai Program Tahun Anggaran 2019 di Graha Asia Plaza Sumedang, Rabu (9/1).

Kata dia, data siswa tiap sekolah yang akan menerima bantuan, diambil dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yang sama persis dengan data pada triwulan keempat Tahun 2018. Sedangkan untuk besarannya, Unep sendiri belum mengetahuinya, apakah akan mengalami kenaikan atau tidak.

“Tetapi saya mempunyai keyakinan, BOS tidak akan naik,” kata Unep dengan tegas.

Namun, kata dia, ada pembeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Ada beberapa tahapan yang sudah saya informasikan kepda para kepala sekolah beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan kenaikannya berdasarkan reword kinerja,” tuturnya.

Unep juga menyebutkan, selain akan turun dana BOS, pada Februari hingga Maret mendatang akan ada pemeriksaan penggunaan Dana BOS selamaTahun 2018, yang akan dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Instrumen yang harus dipersiapkan saat pemeriksaan, tentunya tentang pertanggungjawaban mulai dari triwulan pertuama hingga keempat. Baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy,” ujarnya.

Bahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, sejak jauh-jauh hari Unep meminta para kepala sekolah, untuk menyerahkan foto copy rekening sekolah, yang biasa dipergunakan dalam penciran dana BOS.

“Kami khawatir masih ada dana tersisa yang masih belum diserap. Karena jika tidak segera dikembalikan ke negara, maka akan menjadi masalah yang dapat menyeret kepada tindak pidana korupsi,” tuturnya.

Dia menyebutkan, maksimal saldo yang ada pada rekening saat pemeriksaan nanti sebesar Rp 150-200 ribu. Sementara itu, Dana BOS yang dikucurkan pada Tahun 2018 sebesar Rp 75 ribu persiswa perbulan untuk tingkat SD, Rp 76 ribu persiswa perbulan untuk tigkat SMP, yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Sedangkan untuk tingkat PAUD, sebesar Rp 600 ribu persiswa pertahun. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.