Doamu Esa yang Pertama

Doamu Esa yang Pertama

SAPA WARGA: Pasangan Nomor urut 1, Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan menyapa warga dengan menunjukkan telunjuk tanda nomr urut 1. (ASEP NURDIN/SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/REDAKSI

Yakin Juara

KOTA – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir -Erwan Setiawan (Doamu Esa) mendapatkan kesempatan kampanye di urutan pertama sesuai nomor urut yang dia dapatkan. Pasangan yang diusung empat partai besar ini, melaju paling depan pada acara Sosialisasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, yang diselenggarakan KPU di Alun-alun Sumedang, Sabtu (17/2).

Bahkan, untuk menyemarakan acara karnaval bersama itu, pihaknya menggandeng Manager Persib H Umuh Muchtar (ayahanda Erwan Setiawan), Mamah Bungsu Bandung dan Komar Preman Pensiun.

“Ini merupakan sarana untuk pengenalan calon bupati dan wakil bupati kepada masyarakat Sumedang,” kata Dony Ahmad Munir selepas acara, Sabtu (17/2).

Kata Dony, selama menyusuri rute perjalanan karnaval, pihaknya mengaku puas dengan penyambutan masyarakat yang begitu antusias menyambut rombongan yang didominasi warna hijau dan biru itu.

“Alhamdulillah, warga Sumedang tidak asing lagi kepada pasangan Doamu Esa, apalagi setelah memiliki nomor urut satu. Semakin memudahkan masyarakat dalam mengenali kami,” katanya.

Sehingga, calon bupati yang murah senyum itu mengaku optimis akan menduduki kursi bupati bersama Erwan Setiawan sebagai wakilnya.

Saat ditanya masalah program kedepan, Dony mengaku akan melanjutkan cita-cita almarhum H Endang Sukandar yang dinilai masih banyak yang belum terealisasi.

“Insya Allah, apabila kami berdua ditakdirkan menjadi bupati dan wakil bupati, kekuasaan ini akan kami gunakan untuk menjaga ahlak moral masyarakat Sumedang,” katanya.

Selain itu, lanjut Dony, kekuasaanya nanti akan digunakan untuk mensejahterakan masyarakat, untuk menciptakan lapangan pekerjaan, untuk menggartiskan biaya pendidikan hingga tingjat SLTA, untuk membangun jalan dan irigasi yang rusak serta meningkatkan pendapatan para petani, buruh, palaku usaha kecik dan lainnya.

“Kami berdua akan berangkat dari masalah, karena pemimpin hadir, untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ada lima masalah utama di Sumedang. Pertama, kemiskinan dan pengangguran, kedua jalan rusak serta irigasi dan sarana transfortasi, ketiga minimnya infestasi dan terbatasnya pertumbuhan ekonomi, keempat masih belum optimalnya kinerja birokrasi dan kelima masalah pendidikan dan kesehatan.

“Kami akan mengatasi lima masalah tersebut dengan enam potensi yang ada,” katanya.

Keenam potensi itu, pertama sumberdaya manusia (SDM) yang mencapai 1,2 juta lebih, kedua sumber daya alam (SDA), ketiga letak Sumedang yang berada di koridor Bandung Cirebon yang secara otomatis menjadi penyangga ibu kota provinsi, keempat, Sumedang memiliki sejarah kejayaan dimasa lampau, ke lima, memiliki pusat pendidikan Jatinangor dan ke enam, memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jatigede.

“Kami memiliki landasan, reformasi birokrasi,” tuturnya.
Dia menyebutkan, ada tiga hal penting dalam reformasi birokrasi, valius atau nilai-nilai, sistem dan strong lidershift.

“Dengan begitu, maka akan terwujud Sumedang SIMPATI. Sumedang yang sejahtera masyarakatnya, agamis ahlaknya, maju daerahnya, profesional aparatnya dan kreatif ekonominya. (nur/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.