Dokter Muda UKI Peduli Perempuan

Peliput/Editor: ASEP NURDIN/SUMEKS

Dokter Muda UKI Peduli Perempuan

FOTO BERSAMA: Remaja Putri foto bersama para dokter muda UKI usai penyuluhan masalah kesehatan reptoduksi perempuan. (ASEP NURDIN/SUMEKS)

KOTA – Sebagai  wujud  peduli terhadap kaum perempuan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), menggelar penyuluhan tentang kesehatan reproduksi wanita, baru-baru ini.

Acara yang dipusatkan di Mts Uswatun Desa Kebon Kalapa Kecamatan Cisarua itu, diikuti sekitar 50 siswi yang notabenenya sebagai remaja.

“Ada beberapa pembahasan yang kita sampaikan kepada peserta, seputar alat kesehatan reproduksi wanita itu,” kata pemateri, dokter muda Putrianifedora Hartman, menuturkan kepada Sumeks.

Dalam pemaparannya, kata dia, disampaikan antara lain organ reproduksi wanita, tanda pubertas, siklus menstruasi, cara memakai pembalut yang benar, 6 resiko menikah muda dan kanker serviks oleh Human Papilloma Virus (HPV).

“Terutama  bagian reproduksi dan mengingatkan kemungkinan resiko yang bisa terjadi bila melakukan kegiatan seksual pranikah, sehingga memaksa wanita harus nikah muda,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa risiko yang akan dihadapi apabila nikah muda. “Belum siap mental, berat bayi lahir rendah, kemungkinan bayi lahir cacat, bayi lahir kurang gizi, kanker rahim serta organ reproduksi belum siap menerima kehamilan,” tuturnya.

Lebih jauh Putrianifedor menjelaskan, sesuai standarisasi yang ditetapkan BKKBN, usia nikah muda itu di bawah 21 tahun bagi perempuan, dan 25 tahun bahi laki-laki. “Khusus di Sumedang sendiri, berdasarkan data yang kami dapat, dari 209 responden ada 76.1% ibu yang menikah di bawah umur 21 tahun,” katanya.

Dengan rincian kurang dari 13 tahun sebanyak1%, menikah di usia 13-16 tahun sebanyak 22% dan  17-20 tahun 53.1%. (nur)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.