Dony: Bermedsos Harus Bermanfaat

KOTA – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir, berpesan kepada kalangan Nahdliyin agar dalam menggunakan media social (medsos), harus memberi manfaat kebaikan, kemanfaatan menambah pahala serta bukan menambah dosa. Diharapkan pula, dapat menyebarluaskan informasi yang baik-baik jangan menyebarkan hoax.

“Sayang sudah membeli kuota, tapi tidak digunakan dalam hal positif,” ujar bupati dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan Konten Positif dalam mendukung Pembangunan Daerah bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Sumedang, Minggu (21/7) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, bupati mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan dapat memberikan manfaat dan bijak dalam menggunakan media sosial. “Saya mengetahui track record GoodNews ini sangat bagus dan kerap membuat konten atau karya yang menarik. Kalau tidak ada agenda lain, saya ingin mengikuti pelatihan ini sampai tuntas,” ucapnya.

Dia pun menyayangkan pasca Pilpres 2019 lalu. Menurut lembaga survey, bahwa warga Jawa Barat merupakan salahsatu wilayah yang mudah percaya terhadap hoax. “Oleh karena itu, momentum langka antara Ansor dan GoodNews menggelar pelatihan ini, sebagai upaya mengantisipasi maraknya penyebarluasan berita bohong atau hoax,” ucapnya.

Dalam kegiatan pelatihan itu diikuti sebanyak 80 orang perwakilan Ansor, PMII, IPNU, Remaja Mesjid dan relawan. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari, terselenggara atas kerjasama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Anshor Sumedang dengan GNFI (Good News From Indonesia) dan Rekam Indonesia dari Jakarta.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana Saeful Hamdan  menyatakan, kegiatan ini terbagi dalam tiga sesi pelatihan. Diantaranya, metode penggunaan konten positif, pembuatan konten foto dan video serta pembuatan grafis dan minigram di media sosial yang dibimbing langsung oleh para praktisi media sosial.

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengembangkan bakat para pengguna media sosial dalam membuat konten-konten positif yang menarik. Sekaligus, sebagai langkah antisipatif dalam mencegah dampak negatif penyebaran berita hoax di media sosial.

“Kegiatan ini tiada lain untuk memberikan pemahaman kepada muda mudi khususnya di Nahdlatul Ulama dalam menggunakan medsos secara positif termasuk disini nanti akan dijelaskan beberapa hal bagaimana caranya membuat konten-konten positif di medsos,” tutup Saeful. (atp)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.