Dua Sekolah Siap Dibangun

Peliput/Editor: heri purnama/usep adhiwihanda

Dua Sekolah Siap Dibangun

TUGAS: Kepala UPTD TK SD dan PNF Darmaraja, Enjang Juandi, saat berada di kantornya, kemarin. (Heri purnama/sumeks)

DARMARAJA – Dari 11 jumlah total sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Darmaraja, yang ada di wilayah genangan, dua diantaranya akan dibangun. Yakni SD Cisema, Desa Paku Alam dan SD Jatibungur, Desa Jatibungur, akan dibangun di tanah milik desa.

Seperti halnya SD Cisema, akan dibangun di tanah hakulah yang masih ada di Desa Paku Alam. Begitu juga dengan SD Jatibungur, akan di bangun di wilayah relokasi warga.

“Dari kedua sekolah tersebut yang sudah dilakukan pembangunannya hanya SD Cisema, mengingat sekolah tersebut sangat emergency, karena air sudah mendekat,” kata Kepala UPTD TK SD dan PNF Darmaraja, Enjang Juandi, kemarin.

Enjang berharap, dari 11 sekolah di wilayah genangan, diharapkan pemerintah bisa membangun empat sekolah lagi di luar wilayah genangan, termasuk dua sekolah yang sudah positif itu. Diharapan Kepala UPTD, agar sekolah tersebut bisa dibangun di tempat-temapt relokasi warga dan melihat jumlah warga yang masih punya anak sekolah. Seperti Blok Cisema (tanah hakulah), di sekitar penduduk Desa Paku Alam, Dusun Cileuweung, Desa Tarunajaya dan Desa Jatibungur.

“Itu hanya sebuah harapan, tapi melihat dari jumlah siswa yang masih tetap pindah di wilayah Kecamatan Darmaraja, sepertinya 4 sekolah itu sangat ideal,” kata dia.

Lanjut Enjang, mengenai SD Sukahaji, Desa Cibogo, saat ini proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah dialihkan ke Desa Tarunajaya, Dusun Cileuweung, tepatnya di Madrasah, untuk sementara waktu. Namun Enjang mengakui, bahwa tanah untuk membangunnya pun belum didapatkan.
“SD Sukahaji KBMnya sudah pindah ke Madrasah yang ada di Cileuweung, namun itu bersifat sementara dan ya bisa seminggu atau dua minggu. Bahkan satu tahun dua tahun, kita belum bisa memastikan,” kata dia.

Alasan KBM itu dipindahkan, karena sudah ada laporan dari pihak sekolah, bahwa sebagian besar warga yang punya anak sekolah, berpindah ke tempat tersebut. “Kalaupun ada warga Cibogo yang masih tinggal di Cibogo, terus harus bersekolah jauh ke Cileweung, silahkan saja anaknya dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat,” kata dia.

Sementara itu, beberapa orang tua siswa SD Sukahaji, merasa keberatan untuk pulang pergi ke Cileuweung mengantar anaknya sekolah. Warga menilai, pemindahan proses KBM itu terlalu cepat, sebab masih banyak warga yang tinggal di Desa Cibogo, tepatnya Dusun Cibogo satu.

“Kalaupun banyak yang pindah ke tempat itu, tapi siswa dan orang tuanya masih tinggal di Dusun Cibogo satu, karena rumahnya juga banyak yang masih belum selesai, seharusnya KBM tetap dilakukan di sekolah yang ada di Dusun Cibogo satu, yaitu SD Sukahaji. Kalau mau dibangun sekolah baru di Cileuweung ya bangun aja dulu sekolahnya, jangan siswanya dulu yang dipindahkan,” kata salah seorang orang tua siswa. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.