oleh

Dudi Kusnandar, Ahli Terapi yang Bisa Datang ke Rumah Pasien

Media Lintah Jadi Obat Penyembuh Stroke

Terapi Lintah, nampaknya membawa perkembangan baik untuk sejumlah penyakit. Salah satunya, bagi penderita Stroke. Seperti dialami sejumlah pasien Dudi Kusnandar yang membuka pengobatan dan bisa datang ke rumah, menggunakan media Lintah.

HERI PURNAMA, Situraja

UNTUK mendapatkan pelayanan pengobatan, biasanya seseorang harus datang ke fasilitas kesehatan, seperti klinik atau rumah sakit. Tak jarang, kondisi itu membuat pasien maupun keluarganya, terpaksa mengeluarkan biaya.

Bahkan harus menyalurkan juga tenaga dan waktu yang lebih banyak. Apalagi mereka yang berada di daerah pelosok.

Namun begitu, Dudi Kusnandar memiliki punya cara yang lebih efektif. Dudi secara sukarela mendatangi pasien-pasiennya untuk memberikan pengobatan yakni dengan Terapi Lintah. Dan sudah sekitar satu tahun ini, Dudi melakukan terapi dengan menggunakan media hewan melata itu (lintah).

“Sebab saya rasakan sendiri bagaimana ribetnya. Seperti kalau keluarga ada yang kena stroke, rumah jauh dari rumah sakit, harus sewa mobil, belum lagi harus ngantre lama. Kasihan kan pasiennya,” kata Dudi saat mengobati pasiennya di wilayah Dustan Kecamatan Cisitu, belum lama ini.

Namun untuk pasien yang ingin datang langsung, Dudi juga membuka praktik pengobatan Terapi Lintah di kediamannya. Yaikni di Gang Abd Syukur Dusun Cimuruy RT 02 RW 01 Nomor 49 Desa Mekarmulya Kecamatan Situraja. Di sana, dia membuka praktik setiap hari.

“Kebanyakan orang itu bingung kalau ada keluarga yang stroke harus berobat ke mana. Jadi kalau sekiranya pasiennya untuk berdiri saja sulit, ya lebih baik saya yang datang. Kan jadi lebih efektif,” ujarnya.

Dudi mengatakan, kebanyakan pasiennya merupakan penderita stroke. Selama setahun ini, pasien Dudi sudah berjumlah puluhan orang, dari berbagai kalangan usia. Bahkan, banyak pasiennya yang mengalami perkembangan signifikan setelah merasakan terapi dengan sarana lintah.

“Terapi Lintah ini menyehatkan. Sebab, air liurnya bisa mencairkan darah yang kental,” tuturnya.

Pemakaian jumlah Lintah, kata Dudi, tergantung kebutuhan pasien. Jika kondisi pasien cukup berat, maka lintah yang dipakai bisa mecapai enam sampai delapan ekor.

Namun begitu, Lintah yang sudah digunakan untuk terapi, tidak akan digunakan lagi oleh Dudi. Satu ekor Lintah, Dudi membei tarif Rp 25.000. Dan sebelum diterapi, pasien terlebih dulu dilakukan pemeriksaan kolesterol, gula, dan tensi. “Jadi satu Lintah satu kali pakai,” ujarnya.

Di tempat sama, Asep, 48, warga Dustan menyebutkan, dirinya sudah 2,5 tahun menderita stroke. Akibatnya, dia nyaris tidak bisa beraktifitas, sebab hampir setiap bagian tubuhnya sulit digerakan. Namun setelah merasakan Terapi Lintah sebanyak dua kali, kini dirinya bisa berjalan layaknya orang normal.

“Dulu mau jalan saja susah. Sekarang sudah bisa dibonceng pakai motor,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan ketua RT setempat Hafidin Ardi, 50. Sebelumnya, Hafidin menderita stroke selama dua minggu. Untuk sekedar berpindah tempat di rumahnya saja, terkadang harus ngesot dan dibantu istrinya.

“Sekarang, alhamdulillah sudah jauh lebih baik, berjalan biasa. Malah, sekarang bisa bantu istri berjualan masakan keliling kampung,” ujarnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan ke Fira rahmawati Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed