Dugaan Money Politics, Tim Gugat Pilkades

Peliput/Editor: IMAN NURMAN

Dugaan Money Politics, Tim Gugat Pilkades

MUSYAWARAH: Muspika Pamulihan memimpin musyawarah sengketa Pilkades Cimarias Kecamatan Pamulihan, kemarin. (Foto: IMAN NURMAN/SUMEKS)

PAMULIHAN – Pemilihan Kepala Desa Cimarias Kecamatan Pamulihan, diduga ada unsur pelanggaran. Tim Nomor urut 1 Budi Haryanto, melakukan gugatan kepada panitia pilkades dan Muspika Pamulihan.

Ketua Tim Sukses Nomor urut 1, Ayat Ruhiat mengatakan, ada tiga gugatan yang diajukan pihak Nomor urut 1 ke panitia pilkades. Di antaranya, dugaan money politics ketika kampanye dimana nomor urut 2 Mamat Rohmat akan memberikan uang sebesar Rp 3 juta jika memperoleh suara 80 persen.

Kemudian gugatan yang kedua, diduga tim Nomor urut 2 menggunakan jabatan untuk menakut-nakuti warga, apabila tidak terpilih akan memotong dana PKH dan anggaran Dana Desa (DD).

Dugaan yang ketiga, tim Nomor urut 2 akan memotong Bantuan Non Tunai jika masyarakat tidak mencoblos calon inkumben. “Atas dasar itulah kami dari tim sukses Nomor urut 1 melakukan gugatan dan memohon agar pelantikan ditunda sampai ada keputusan dari panitia dan Pengadilan Negeri,” kata Ayat, kemarin (7/11).

Didampingi calon kades Nomor 1, Budi Haryanto menyebutkan, banyak masyarakat yang mengadu kepada kades Nomor urut 1, bahwa janji kades Nomor urut 2 untuk memberikan sembako tidak jadi alias bohong. Sebagai contoh, banyak yang akan diberikan sembako namun tidak.

“Kemudian ada yang bilang masyarakat terpaksa mencoblos nomor dua karena takut dana PKH tidak cair dan bantuan lain ditiadakan, karena calon adalah petahana,” tuturnya.

Sementara itu calon Nomor urut 2 Mamat Rohmat, mengaku siap dilaporkan dan siap digugat apabila terbukti salah. Sebab yang memutuskan salah tidaknya, adalah pengadilan. “Silahkan saja gugat yang money politics itu saya atau dia,” katanya.

Terpisah Camat Pamulihan Hary Tri Santosa mengatakan, terkait Pilkades Cimarias agar dilakukan musyawarah untuk mencapai islah. Sebab bagaimanapun, sesuai aturan pelantikan tidak bisa ditunda sebelum ada putusan pengadilan.

“Camat tidak ada kewenangan untuk menunda maupun membatalkan pilkades, silahkan biar pengadilan yang menentukan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pilkades Cimarias diikuti dua calon. Nomor urut 1 Budi Haryanto dan Nomor urut 2 Mamat Rohmat. Perolehan suara Nomor 1 1.009 suara dan Nomor 2 sebanyak 1.184. Dengan Total jumlah hak pilih sebanyak 2.600 dan yang hadir 2.200 lebih. (imn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.