Dusun Mekarwangi Gelar Milangkala

Dusun Mekarwangi Gelar Milangkala

DISAMBUT: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, Irwansyah Putra, disambut pemerintah setempat dan panitia pelaksana milangkala.(Heri purnama/sumeks)

PEWARTA: Heri purnama

SITURAJA – Orang Terkena Dampak (OTD) Waduk Jatigede, menggelar milangkala pertama di tempat tinggal barunya. Penduduk yang berasal dari wilayah genangan yang berpindah ke pemukiman baru di Dusun Mekar Wangi, Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja, atau lebih dikenal dengan sebutan Kampung Dahong.

Pemukiman yang dihuni kurang lebih 60 Kepala Keluarga (KK) itu, awalnya hanya dihuni segelintir warga dari Dusun Ciwangi, Desa Cibogo, Kecamatan Darmaraja, yang saat itu namanya masih Blok Dahong.

Menurut keterangan Ketua Panitia pelaksanaan kegiatan, Wikanta, bahwa orang pertama yang menghuni pemukiman tersebut adalah Suharna (alm) yang merupakan warga asal Desa Cibogo.

“Pada tahun 2004, kita mulai melakukan peninjauan ke tempat ini, pada saat itu wilayah ini kondisinya masih kebun pohon-pohon besar layaknya hutan, kemudian tahun 2006 mulai ada yang membangun rumah, yaitu Suharna (alm) yang dijuluki Pak Dahong. Selanjutnya nama Blok Dahong ini dirubah jadi Mekar Wangi, karena kebanyakan penduduknya berasal dari Dusun Ciwangi,” katanya saat memberikan sambutan, Sabtu (19/11).

Selain itu, kegiatan milangkala tersebut juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi warga yang berasal dari beberapa desa wilayah genangan.

“Kami jadikan juga kegiatan ini sebagai sarana untuk silaturahmi antara warga baru dengan warga lama Desa Jatimekar,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir juga sosok yang sudah tidak asing lagi, yaitu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, Irwansyah Putra, bersama rombongannya yang didampingi Camat Situraja, Sutisna.

Dalam kesempatan itu, Irwansyah yang akan menjadi bakal calon Bupati Sumedang di tahun 2018 nanti, memberikan sedikit imbauan kepada warga yang baru menghuni sekitar satu tahun ini. Menurutnya, bahwa saat ini harus meningkatkan kedekatan antara masyarakat dengan wakil rakyat.

“Dalam kegiatan ini, saya sangat bersyukur bisa bertatap muka dengan warga yang memang merupakan alihan dari wilayah genangan. Tentunya sebagai pemukiman baru, tentu banyak kekurangan sarana umumnya. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa masyarakat dengan DPRD, jangan sampai ada batasan. Justru, masyarakat itu harus jadi mata dan telinga DPRD, karena dengan begitu DPRD bisa mengetahui keluhan apa saja yang dialami oleh masyarakat,” jelasnya.

Camat Situraja, Sutisna menambahkan, warga barunya itu jangan merasa jadi orang asing, jangan ada kesungkanan untuk berkordinasi dengan masyarakat lain, dan pemerintah desa tersebut. Apalagi saat ini, status OTD sudah menjadi warga Kecamatan Situraja.

“Mulai saat ini, kita itu sudah jadi satu rumpun/satu keluarga. Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama ciptakan pembangunan dan majukan wilayah,” ajaknya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.