oleh

Ecek Jalani Sidang Sengketa Kedua

KOTA – Panwaslu Kabupaten Sumedang menggelar sidang kedua penyelesaian sengketa yang menimpa Ecek Karyana sebagai salah satu kontestan Pilkada Sumedang 2018 dari jalur Independen.

Dalam laporannya, Ecek merasa dirugikan karena adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh KPU Sumedang saat melakukan verifikasi faktual di sejumlah daerah.

Dalam rapat yang digelar mulai pukul 11.00 di kantor Panwaslu Sumedang tersebut, Ecek yang didampingi kuasa hukumnya. Ecek pun membawa sejumlah saksi untuk menguatkan laporan yang diajukan sebelumnya.

“Langkah sekarang, dilanjutkan sidang gugatan yang kedua. Sesuai dengan anjuran atau perintah ketua Panwas adalah untuk pemeriksaan saksi dan bukti secara tertulis. Baik pihak penggugat, tergugat dan terkait,” kata Ecek kepada Sumeks, Kamis (22/2).

Adapun sejumlah saksi yang dibawa oleh Ecek, sesuai dengan jumlah permasalahan yang diajukan, yakni ada lima permasalahan. Dan, dari setiap permasalahan, akan dilengkapi dengan 3 orang saksi.

“Saksinya dari Desa Karedok Kecamatan Jatigede, dari Kecamatan Cisitu, Kecamatan Buahdua dan Kecamatan Cimalaka. Untuk daerah kota nanti menyusul, karena ada laporan masyarakat yang tidak ditindaklanjut oleh Panwaslu Kecamatan Sumedang Utara,” ujar Ecek.

Adapun yang kini dituntut oleh pihak Ecek Karyana adalah KPU Sumedang, paslon perseorangan dan Panwaslu Sumedang.
“Harapan saya sesuai prosedur hukum saja, yang salah disalahkan, dan yang benar ya benarkan. Itu saja,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Kuasa Hukum KPU Sumedang Dr Absar Kartabrata SH MHum menyebutkan pada prinsipnya pihaknya mengapresiasi dengan langkah yang dilakukan oleh pemohon (Ecek Karyana-red) dengan sesuai prosedur yang ada. Walaupun pada dasarnya permohonannya tetap ditolak oleh KPU Sumedang.

“Kalau kita cermati, itu hanya asumsi atau karena dugaan. Dan, hal-hal lain juga tidak sesuai dengan fakta. Salah satunya
seperti menunjuk PPS padahal bukan, itu masih sumbir,” kata Absar.

Absar menjelaskan, permohonan Ecek terkait permasalahan adanya dugaan PPS di salah satu kecamatan yang menggiring warga untuk memilih terhadap calon lain itu dinilai kurang masuk akal.

“Dasar PPS itu kan ada SK KPU, sedangkan PPS dilokasi tersebut tidak ada nama yang disebutkan oleh pemohon,” bebernya.
Dengan tidak lolosnya Ecek Karyana sebagai calon bupati Sumedang, turut disesali oleh pihak KPU. Akan tetapi, KPU juga merasa telah melakukan mekanisme yang ada.

“KPU sebetulnya dengan berat hati tidak meloloskan beliau. Justru makin banyak calon, itu makin bagus. Karena masyarakat akan banyak pilihan. Tapi kan peraturannya sudah jelas,” tuturnya.

Sementara itu, Divisi Penindakan Panwaslu Sumedang Ade Sunarya menyampaikan, sidang yang dilakukan hari ini hanya penyampaian jawaban atau tanggapan secara lisan dan tertulis dari termohon dan pihak terkait. Serta, penyampaian bukti-bukti.

“Agenda besok, masuk dalam tahapan pembuktian dan penyampaian keterangan saksi-saksi. Kami perlu waktu untuk mempelajari alat bukti, baru kami bisa menggali keterangan dari saksi,” jelasnya.

Tidak jadinya penyampaian keterangan dari saksi, cukup membuat pihak Ecek berang. Pasalnya, saksi yang telah datang jauh-jauh, harus kembali lagi besok (hari ini-red). Sehingga, pihak Ecek sempat melontarkan kata-kata pedas terkait jadwal yang tidak sesuai.

“Terkait waktu dan agenda musyawarah itu tentatif sesuai kesepakatan majelis, pemohon, termohon, dan pihak terkait,” tandas Ade. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed