oleh

Ekonomi Terganggu Pandemi, Yuyun Tak Menyerah Rawat Ibu Angkatnya

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sudah 3 tahun mengalami sakit struk, Ibu Neni, 67, terpaksa menutup warung kecilnya yang berada di Dusun Sawahluhur, Rt 05 Rw 02, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.

Saat dikunjungi ke rumahnya, Neni ditemani oleh anak angkatnya Yuyun, 27, yang juga berprofesi sebagai pedagang jajanan di Cadas Pangeran.

Diketahui, Neni memang tidak memiliki anak. Akan tetapi wanita paruh baya tersebut memutuskan untuk mengangkat anak.

“Dulu saya punya anak angkat dua. Yang satu sudah pergi jauh dan belum pernah kembali semenjak saya sakit. Saya cuma diurus sama Yuyun (anak angkat kedua),” ujarnya kepada Sumeks.

Beruntung, Neni memiliki anak angkat yang begitu sayang terhadap dirinya. Terlebih yang dapat membantunya dikala sedang sakit seperti saat ini.

“Kalau bukan saya siapa lagi. Saya dari kecil diurus sama ibu, sekarang saya yang harus mengurus ibu,” kata Yuyun.

Yuyun juga menceritakan, semenjak pandemi wabah korona berlangsung, dirinya kerap dihantui oleh kesulitan. Mulai dari kebutuhan ekonomi, hingga kebutuhan sehari-harinya.

“Kalau buat makan, Alhamdulillah dapat bantuan sosial sembako tiap bulannya walaupun tetap harus dicukup-cukupi,” terangnya.

Akan tetapi, yang lebih menyesakan dadanya adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang lainnya. Dimana pasca Covid-19 ini terjadi, pendapatanya menurun drastis.

“Apalagi ibu kan harus pakai pampers, kadang kasihan kalau pas lagi tidak ada. Mana jualan juga sekarang sepi, jadi harus dicukup-cukupin aja,” paparnya.

Namun demikian, kalau hanya sebatas mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Oleh sebab itu, Yuyun lebih menjalani saja hidup dengan ikhlas, seperti yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed