oleh

Empat Pilar Pondamen Bangsa

KOTA – Upaya memupuk kesadaran berbangsa dan bernegara kepada generasi muda, Kodim 0610 Sumedang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olah raga (Disbudparpora) menggelar sosialisasi empat pilar di Islamic Center Sumedang, Rabu (28/3).

Kegiatan diikuti puluhan perwakilan anggota karang taruna, ormas, pelajar dan mahasiswa se Kabupaten Sumedang.

“Pilar mempunyai peran yang sangat sentral dan menentukan dalam ketahanan bangsa. Karena apabila pilar ini tidak kokoh akan mengakibatkan robohnya bangunan yang disangganya,” kata Dandim 0610/Sumedang Letkol Arm I Made Mertha Yasa, S.Sos kepada Sumeks di sela-sela acara.

Menurutnya, berapa landasan sebagai dasar hukum bangsa, meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
“Apabila nilai-nilai pancasila sudah tidak diterapkan, maka akan mengakibatkan sikap nasionalisme baik perorangan ataupun kelompok akan luntur,” katanya.

Dalam Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta), kata Made, TNI/POLRI sebagai komponen utama akan selalu siap dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimikilinya.

“Namun kendati demikian, TNI/POLRI juga, tidak akan berhasil maksimal tanpa adanya bantuan dari komponen cadangan, dan Komponen pendukung,” katanya.
Komponen yang dimaksud, kata Made, seluruh komponen masyarakat yang diantaranya pemuda, ormas, suswa, mahasiswa dan lain-lain.

“Bangsa indonessia sangat subur karena ada digaris ekuator, sehingga banyak dimanfaatkan pihak ketiga yang mau menghancurkannya, dengan menggunakan perantara pihak ketiga yang sering disebut proxy war,” katanya.

Mereka, kata dia, memiliki tujuan untuk menghancurkan moral generasi muda, dengan berbagai cara seperti merusaknya dengan narkoba, teroris, film porno dan berita hoax.

“Pihak aparat melalui tiga pilar yang ada di Kabupaten Sumedang mengadakan kerjasama dalam kegiatan mengantisipasi hal-hal yang dapat merugikan kepentingan umum,” tuturnya.

Langkah tersebut, seperti menggelar patroli gabungan, siskamling dengan masyarakat binaan, shalat shubuh di masjid-masjid desa binaan, silaturahmi ke pesantren-pesantren dan rumah ibadat.

“Semua itu guna mewujudkan kerukunan hidup antar umat beragama serta sama-sama menjaga adanya isu para ulama dari serangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed