oleh

Empat Remaja Minta Maaf Karena Sebar Hoaks di Situraja

Stop Hoaks Corona, Jangan Bermain di Situasi Genting

SUMEDANGEKSPRES.COM – Jangan bermain-main dengan berita yang belum terkonfirmasi dengan benar. Itulah kata yang tepat terhadap 4 remaja yang telah menyebarkan informasi bohong atau hoaks.

Ke empat remaja itu mengaku bernama DW warga Dusun Karamat, Desa Cigintung Kecamatan Cisitu, DJ warga Dusun Panjelaran, Desa Cigintung Kecamatan Cisitu, MFT Dusun Pakemitan, Desa Situraja, Kecamatan Situraja dan DS warga Dusun Pakemitan, Desa Situraja, Kecamatan Situraja.

Akibat ulah ke empat remaja tersebut, sempat menuai keresahan kepada sejumlah warga di Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 01.18 menit yang berisi ke empat remaja tersebut meminta maaf dalam sebuah ruangan, terhadap pemerintahan Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja karena telah meresahkan warganya dengan menyebarkan informasi yang menyebut jika ada salah satu warga Desa Jatimekar positif Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Camat Situraja, membenarkan sekaligus mengapresiasi satgas antisipasi Covid 19 di Desa Jatimekar dan Kecamatan Situraja yang berhasil tangkap penyebar hoax.

Beredarnya kabar di media sosial terkait adanya yang terjangkit covid 19 di Desa Jatimekar, memang sempat membuat panik masyarakat.

Namun, hal itu bisa ditangani dengan cepat oleh satgas tersebut, yang berhasil menelusuri pihak yang menyebarkan kabar bohong itu dengan cepat.

“Kabar itu sudah diklarifikasi, semua pelaku yang menyebarkan kabar itu sudah meminta permohonan maaf melalui unggahan video yang di buat oleh pihak satgas covid 19,” ujar Camat Situraja H Sutisna, S.pd, M.Si.

Dalam hal ini, Sutisna menegaskan, agar masyarakat tidak menyebarkan berita terkait Covid 19 yang belum tentu kebenarannya.

“Saya harap warga tidak sembarangan menyebarkan informasi terkait wabah covid 19, karena wabah ini dalam pantauan serius semua pihak,” ucapnya.

Sementara itu, dilansir dari FIN.CO.ID (Group SumedangEkspres.com), untuk kasus penyebaran berita hoaks di tengah wabah covid-19 ini sendiri, telah banyak ditindak oleh aparat kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya bakal menindak tegas siapa pun yang membuat atau menyebarkan informasi palsu alias hoaks. Mereka yang membikin resah masyarakat dengan hoaks, dinilai Yusri sepi dari kepekaan sosial.

“Kepolisian akan terus memberantas dan menangkap pelaku-pelaku yang coba bermain-main di saat situasi masyarakat kita menghadapi covid-19,” tegas Yusri, Selasa (31/3).

Sejumlah pelaku kasus hoaks yang telah ditahan Polda Metro Jaya berjumlah empat orang dari 43 kasus hoaks korona yang tengah ditangani.

Pelaku pertama yakni AOI, ungkap Yusri, terbukti menyebarkan informasi palsu soal penutupan pintu tol di Jakarta imbas karantina wilayah beberapa waktu lalu.

Hoaks berupa infografis itu sempat viral di media sosial sebelum akhirnya diklarifikasi Jasa Marga. AOI pun ditangkap tak lama usai Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan profiling.

Hoaks berikutnya dilakukan pelaku H yang menyasar objek vital Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Yusri mengatakan, H ditangkap Polresta Bandara Soetta lantaran mengabarkan adanya pengunjung bandara terkapar karena korona. Belakangan diketahui, pengunjung tersebut limbung lantaran darah tingginya kambuh.

“H itu ditahan di Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Yusri.

Dua pelaku hoaks lainnya yang tidak disebutkan Yusri membuat hoaks korona berlatar Jakarta Timur. Pelaku pertama terbukti membuat video berjudul Cipinang Melayu Lockdown, yang belakangan diketahui hanya karantina mandiri oleh warga setempat. Pelaku lainnya memproduksi video berdurasi 20 menit soal hoaks warga Jakarta Timur positif terjangkit korona yang viral di media sosial.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut hingga Kamis (26/3), jumlah kasus hoaks korona di media sosial yang ditangani Bareskrim Polri dan jajaran Polda sebanyak 46 kasus.

“Penanganan kasus hoaks virus corona sampai dengan Kamis, 26 Maret 2020 sebanyak 46 kasus dengan penambahan dari Dittipidsiber Bareskrim Polri sebanyak satu kasus,” kata Brigjen Argo. (eri/irf/gw/fin)

Info Grafis

Kasus Hoaks COVID-19 yang Ditangani Polri

  1. Siber Bareskrim Polri 5 kasus.
  2. Polda Kaltim 3 kasus.
  3. Polda Metro Jaya 2 kasus.
  4. Polda Kalbar 4 kasus.
  5. Polda Sulsel 3 kasus.
  6. Polda Jabar 3 kasus.
  7. Polda Jateng 2 kasus.
  8. Polda Jatim 7 kasus.
  9. Polda Lampung 3 kasus.
  10. Polda Sultra 1 kasus.
  11. Polda Sumsel 2 kasus.
  12. Polda Sumut 2 kasus.
  13. Polda Kepri 1 kasus.
  14. Polda Bengkulu 2 kasus.
  15. Polda Sumbar 1 kasus.
  16. Polda Maluku 2 kasus.
  17. Polda NTB 2 kasus.
  18. Polda Sulteng 1 kasus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed