Enam Mesin Sedot Diturunkan

Peliput/Editor: Engkos Koswara

Enam Mesin Sedot Diturunkan

MULAI MENYUSUT: Air yang menggenangi jalan Raya Bandung-Garut tepatnya di depan PT Kahatex mulai menyusut, kemarin. Itu karena petugas Dit Sabhara Polda Jabar menurunkan enam mesin sedot air.(ENGKOS KOSWARA/JATEKS)

CIMANGGUNG – Petugas kepolisian dari Dit Sabhara Polda Jabar tengah berupaya menyedot volume air yang menggenangi Jalan Raya Bandung-Garut dan Jalan Raya Garut-Bandung di sebelah PT Kahatex, Kecamatan Cimanggung, Rabu (2/11).

Petugas menurunkan setidaknya 6 alat penyedot air di beberapa titik trotoar jalan. Air tersebut di sedot kemudian dialirkan langsung ke aliran Sungai Cikijing. 

Kasi Pengamanan dan Penyelamatan (Pamat) Dit Sabhara Polda Jabar, Kompol Nana Sumarna mengatakan, penyedotan air sudah dilakukan sejak pukul 06.00 pagi hari tadi secara berkesinambungan hingga air benar-benar surut. 

“Sebelumnya pada malam harinya juga kami percepat pembuangan air melalui penyedotan ini. Agar genangan air lekas surut dan tidak menimbulkan kepadatan arus lalu lintas,” ujar Nana kepada Jateks di lokasi banjir, kemarin.

Sementara itu, pasca banjir Kahatex, sampah jenis plastik terlihat berserakan di Jalan Raya Garut-Bandung tepatnya di Kampung Cikijing, Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jateks, sampah plastik tersebut merupakan sisa penutup kenalpot dan busi milik ratusan pengendara roda dua yang mengalami mogok saat menerjang banjir pada Selasa (1/11) pagi hingga malam hari. 

Menurut Jaja (46) warga setempat, semalam ratusan sepeda motor yang mogok karena menerjang banjir memarkirkan kendaraannya untuk diperbaiki di jalan tersebut. Mereka, kata dia, melepas plastik yang menutup lubang kenalpot dan membuang dijalan. 

“Itu sampah plastik dari pengendara motor yang kemarin mogok. Plastik itu buat nutupin kenalpot. Cuma memang dibuang begitu saja di jalanan,” ujarnya.

Menurutnya, sampah plastik yang berserakan dijalan tersebut membahayakan bagi pengguna roda dua yang melintas. Jika roda dua melintas di atas plastik-plastik tersebut dikhawatirkan terpeleset karena menyebabkan jalanan menjadi licin.

“Belum ada yang membersihkan. Plastik-plastik ini bahaya soalnya bikin jalanan jadi licin,” tuturnya. (kos)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.