Farah: Pembangunan Pedesaan-Perkotaaan Harus Seimbang

CONGGEANG – Calon Legislatiif DPR RI Partai Amanat Nasional (PAN) dari Dapil SMS, Farah Puteri Nahlia menyoroti masalah pembangunan di pedesaan. Terutama,  pembangunan di wilayah pedesaan Kabupaten Sumedang. Hal itu disampaikan Farah, saat melakukan silaturahmi di Dusun Cibodas Desa Conggeang Kulon Kecamatan Conggeang, Senin (11/3) lalu.

Menurutnya, selama ini bila melihat pembangunan di perkotaan, terkadang lupa dengan pembangunan di pedesaan. Memang, kata dia, banyak desa-desa yang tertata, tapi tidak sedikit pula desa yang kurang perhatian.

“Jadi Insya Allah, jika terpilih jadi anggota DPR RI, wilayah-wilayah inilah yang akan saya perhatikan. Karena saya ingin pembangunan di pedesaan dan perkotaan sejalan dan seimbang, jangan sampai malah beda,” ujar Farah.

Farah menuturkan, setelah dirinya berkeliling di wilayah Kabupaten Sumedang, dirinya menilai Sumedang mempunyai banyak potensi. Baik sumber daya alamnya ataupun sumber daya manusianya. Namun, dirinya ingin sekali mengembangkan produk-produk lokal khas Sumedang.

“Pertama kali saya datang ke dapil, jujur hanya mengetahui Sumedang sebagai kota Tahu. Namun setelah berkeliling, banyak sekali potensi lainnya. Baik kuliner, kopi dan lainnya dan itu semua harus dilestarikan. Masyarakat datang kesini harus tahu semuanya,” paparnya.

Apalagi, kata dia, nanti akan ada Asrama Haji di Kabupaten Sumedang, khusus untuk Jawa Barat dengan penerbangan dari Bandara Kertajati. “Saya pikir ini potensi yang sangat luar biasa. Pariwisata Sumedang bisa kita explore dari sini,” jelasnya.

Terkait pariwisata Sumedang sendiri, Farah menilai banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai tempat pariwisata. Dia sendiri, jika terpilih menjadi anggota DPR RI, ingin memajukan pariwisata di Kabupaten Sumedang. Bagaimana caranya, pihaknya akan mencoba agar Pemkab Sumedang dan Pemerintah Pusat bekerjasama dalam mempromosikan pariwisata Sumedang keluar sana. Posisi Sumedang sendiri dinilai strategis karena dekat dengan Cirebon, Bandung ataupun Tol Cipali.

“Pemkab Sumedang sendiri harus lebih memperhatikan dan membantu pemilik usaha dan pengembangan pariwisata agar lebih dikenal keluar,” pungkasnya. (atp)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.