oleh

Fasilitas Huntara Dalam Pemasangan

UJUNGJAYA – Sejumlah fasilitas hunian sementara (huntara) korban bencana alam di Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, terus digeber. Petugas dari PLN, terus melakukan pemasangan listrik di lokasi hunian.

Pantauan Sumeks, pemasangan dilakukan meliputi pemasangan tiang-tiang menuju hunian, dan instalasi ke rumah-rumah hunian.

“Kemungkinan, PLN masih memerlukan waktu terkait pemasangan instalasi listrik. Sementara ini, penerangan masih menggunakan genset. Karena tidak mencukupi, penerangan masih dilakukan di luar-luar rumah,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Ujungjaya sekaligus koordinator lapangan, Asep Nursyarif Hidayat di kantornya, Selasa (11/10).

Asep menerangkan, PLN masih bekerja keras untuk mewujudkan penerangan di lokasi hunian. Karena kini, listrik merupakan kebutuhan penting bagi warga.

“Mereka bekerja siang dan malam. Para petugas tampak memasang instalasi ke rumah-rumah untuk mewujudkan penerangan di rumah hunian,” tambahnya.

Terkait logistik, kata dia, sementara ini setiap KK sudah mendapatkan beras sebanyak 50 kilogram, Indomi satu kardus, aqua, minyak goreng, gula pasir, dan keperluan alat-alat rumah tangga, seperti gayung dan ember.

“Tetapi kami belum menentukan sampai kapan keperluan itu akan mencukupi. Kini masih menunggu intruksi selanjutnya dari Sumedang. Kami baru dapat menyampaikan logistik yang tersedia dan dibutuhkan bagi korban bencana,” tandasnya.

Terkait penjagaan di posko bencana, sambungnya, semua telah berkoordinasi. Seperti Satpol PP, TNI, dan kepolisian. Untuk Satpol PP, sebutnya, melakukan penjagaan selama 24 jam. Setiap harinya mungkin penjagaan akan dilakukan sekitar empat orang.

“Sementara, petugas dari kepolisian dan TNI terus mobile melakukan penjagaan,” jelasnya.

Dikatakan Asep, kini rumah hunian yang ada di Blok Pamoyanan di tempati sekitar 86 KK. Kemunginan, masih ada sekitar 11 KK yang akan menyusul.

Baca Juga  Pasutri Lima Tahun Tinggal di Kandang Domba

Menurutnya, para korban bencana juga terus melakukan pembersihan di dalam rumah hunian. “Sementara ini, berhubung daerah tersebut merupakan hunian baru, maka seluruh korban bencana diharapkan untuk bebetah terlebih dahulu,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed