Fasilitas Tempat Baca Minim

Peliput/Editor: heri purnama/usep adhiwihanda

Fasilitas Tempat Baca Minim

RAPIKAN: Sejumlah remaja saat merapikan ruang perpustakaan yang disediakan pemrintah. FOTO: NET/ILUSTRASI

DARMARAJA – Minat baca di kalangan masyarakat Darmaraja, tergolong masih lemah. Kurangnya minat baca ini dipengaruhi karena tidak adanya faktor penunjang yang bisa dijadikan wahana untuk masyarakat membaca. Dalam hal ini, tentunya perlu ada tindakan dari pemerintah untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memudahkan mereka membaca.

Hal itu diungkapkan seorang sastrawan setempat, Windu Mandela. Menurutnya, dirinya telah mengamati kurangnya minat baca di wilayah Darmaraja dan sekitarnya. “Peran aktif dari pemerintah Kabupaten Sumedang sangat diperlukan. Pemkab Sumedang harus mengambil tindakan yang efektip untuk membuat wahana baca,” kata Windu kepada Sumeks, belum lama ini.

Ditambahkan Windu, perpustakaan yang ada di desa-desa juga tidak begitu efektip untuk dijadikan pusat baca bagi masyarakat. “Minat baca di masyarakat sangat kurang. Jika mengingat pentingnya membaca, harus ada peran aktif pemerintah dan penggiat komunitas agar dapat menarik masyarakat untuk mau membaca,” ujar Windu.

Contoh kecilnya, lanjut Windu, banyaknya para siswa yang pada saat libur panjang melakukan kegiatan yang kurang baik. Misalnya, bermain play station (PS) dan kegiatan lainnya yang tidak bermanfaat. “Daripada anak-anak bermain gak jelas, mendingan diarahkan untuk membaca.

Meskipun hanya membaca komik, lebih bagus dari pada maen yang lain. Karena dengan sendirinya akan terangsang untuk membaca buku-buku pengetahuan lainnya,” pungkasnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js