oleh

Gara gara Korona, Pilkades Serentak Diundur

JATINANGOR – VIRUS Korona tak hanya berdampak pada sosial dan ekonom warga, namun pada tatanan politik. Ya, Pilkades serentak di Kabupaten Sumedang yang seyogyanya akan digelar pada 8 April 2020, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Sebagaimana point 6, surat edaran bupati 22 Maret 2020, Semua tahapan kegiatan dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2020, pelaksanaannya ditunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Dengan catatan penundaan dimaksud tidak membatalkan tahapan yang sudah dilaksanakan sebelumnya,” kata Sekda Sumedang Herman Suryatman, kemarin.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sumedang, Asep Kurnia menambahkan penundaan Pilkades itu dengan berbagai pertimbangan dari DPRD dan Pemkab Sumedang. Asalkan tidak berpengaruh pada tatanan tahapan Pilkades sebelumnya.

“Saya kira tidak jadi masalah, karena tidak menabrak aturan. Bahkan pa bupati mau membuat Perbup terkait pengunduran pelaksanaan Pilkades serentak ini,” katanya.

Jika pun dipaksakan, lanjut Akur, dikhawatirkan akan berdampak pada Partisipasi pemilih menurun. Sebab, masyarakat tidak mau datang ke TPS gara gara takut virus Covid-19 dan ada himbauan dilarang berkerumun dan berkumpul massa yang banyak.

“Mengenai kapan waktu pengundurannya, ini masih dibicarakan, karena melihat situasi dan kondisi di Sumedang, apakah Covid-19 itu bisa dikendalikan atau bahkan malah meningkat. Jadi untuk waktu pelaksanaannya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang Calon Kepala Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor, Uyun mengatakan tidak keberatan pelaksanaan Pilkades diundur. Sebab, jika menyangkut masalah kesehatan dan darurat apapun bisa dilakukan. Lagi pula, kata dia, tidak berpengaruh kepada tahapan dan proses yang telah dilaksanakan.

“Secara pribadi saya tidak keberatan memang itu arahan dari Bupati Sumedang. Namun kalau bisa, untuk jadwal Pilkades baru diharapkan hari Minggu atau libur nasional,” katanya.

Sebab, lanjut Uyun, pelaksanaan Pilkades tanggal 8 April bertepatan dengan hari Rabu yang mana karyawan pabrik dan ASN tidak libur, karena bukan tanggal merah.

“Kalau pelaksanaan Pilkades hari libur, jelas akan berdampak pada Partisipasi pemilih meningkat. Jadi bagus untuk semua pihak,” katanya.

Hal senada dikatakan Calon kades Cipacing Gugun Gunawan menurutnya, dengan diundurnya pelaksanaan Pilkades bisa mematangkan panitia dalam sosialisasi. Sebab, jika digelar hari kerja akan berdampak pada tingkat partisipasi pemilih.

“Ya kalau bisa diundurnya ke hari libur. Sebab, jumlah DPS di Cipacing lebih besar dua kali lipat dari desa desa lain di Jatinangor. Kalau pelaksanaan Pilkades hari libur, diharapkan jumlah partisipasi pemilih meningkat,” katanya.

Namun, hal berbeda dikatakan Calon Kades Cintamulya, Syarip Wahyudin atau yang biasa disapa Arip Ogah. Menurutnya, dengan diundurnya pelaksanaan Pilkades jelas berdampak pada cost politik yang semakin membengkak.

“Penguduran waktu pelaksanaan Pilkades serentak ini memang lumayan berat bagi calon kepala desa seperti saya. Disamping kami beserta tim sukses sudah sangat begitu gencar dan lumayan matang mensosialisasikan ke warga terutama kepada para pendukung, juga ada hal lain yang memang dinilai agak berat buat kami,” ujarnya.

Misalnya, lanjut Calkades Nomor urut 4 ini, dalam hal perekrutan serta pemeliharaan dan pembinaan tim sukses yang dilanjutkan kepada calon pemilih pendukung, tentunya hal tersebut membutuhkan waktu serta pembiaayaan lagi. Karena untuk meyakinkan dan lobi-lobi dengan timses dan warga pendukung tentu saja tidak cukup dengan hanya ngobrol ngaler ngidul saja.

“Akan tetapi harus ada buat kopi dan opieuna. Jadi kalau pelaksanaannya sesuai jadwal yang sudah ditentukan, kami rasa kami sudah tinggal prung saja dan tidak perlu waktu yang lebih panjang lagi. Sehingga waktu dan biaya oprasional (Cost Politik) nya pun sudah tidak akan ada peningkatan lagi,” katanya.

Namun, lanjut Syarip jika menyangkut masalah jaminan kesehatan serta dinilai sangat darurat bagi masyarakat tentu saja perubahan apapun bisa terjadi.. “Memang kami harap perubahan jadwal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap tahapan serta proses yang telah ditetapkan serta sudah dilaksanakan oleh panitia beserta para calon kades,” tandasnya. (imn)

IMAN NURMAN/SUMEKS
RAPAT PILKADES: Panitia Pilkades Desa Cilayung berserta Tiga Pilar desa saat menggelar rapat penundaan Pilkades serentak di Jatinangor, kemarin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed