Gelar Shalat Taraweh 30 Juz

Gelar Shalat Taraweh 30 Juz

KHIDMAT: Sejumlah santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah dengan khidmat mengikuti shalat taraweh 30 juz, kemarin.(ASEP NURDIN/SUMEKS)

Peliput/Editor: Asep Nurdin/Usep Adiwihanda

Mengintip Kegiatan Ramadan Di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah

Gema Adzan Isa berkumandang. Ratusan santri dari sejumlah kamar (kobong dalam istilah pondok pesantren, red) berhamburan menuju masjid besar. Lokasinya berada di lingkungan Komplek Pondon pesantren Al-Hikamussalafiyah, di Jalan Sukamantri Nomor 85 Tanjungkerta. Berikut liputannya.

ASEP NURDIN, Tanjungkerta

MESKIPUN baru beberapa menit saja menyantap hidangan berbuka puasa, namun mereka tetap semangat untuk melaksanakan shalat taraweh berjamaah. Seakan enggan kehilangan momentum bulan puasa yang penuh berkah ini.

Hal itu terbukti dengan pakaian taqwa yang dikenakan, lengkap dengan sorban dan peci.
Melaksanakan shalat sunat tarawih dengan bacaan surat-surat pendek, sudah biasa dilakukan setiap muslim di bulan Ramadan. Namun berbeda dengan santri Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah, surat-surat pendek setelah bacaan Surat Fatihah, diganti dengan membaca ayat suci Al Qur an sebanyak 1,5 zuz setiap malamnya. mulai dari Surat Al- Baqarah hingga surat An-Nas.

“Hal itu dilakukan, sesuai dengan program pesantren kami, yang terkenal dengan tahfidz Qur an. Karena yang menjadi imam dalam shalat taraweh, KH Sa’dulloh, seorang penghafal Qur an,” kata Ayi Abdul Kohar, salah seorang staf pondok pesantren kepada Sumeks, belum lama ini.

Ayat-ayat Al-Qur an sebanyak 1,5 juz tersebut, dibaca dalam 20 rakaat shalat taraweh serta 3 rakaat shalat witir. “Dalam setiap rakatnya, antara dua sampai tiga lembar bacaan Qur an,” terang Ayi.

Ia menjelaskan , program 1,5 juz itu akan ditempuh selama 20 hari, terhitung sejak hari pertama puasa. Karena pada tanggal 21 puasa, para santri pulang kampung dalam rangka libur akhir ramadan, libur Idul Fitri serta liburan sekolah. “Pada tanggal 20 ramadan nanti, kami akan melaksanakan khataman taraweh 30 juz, sebelum mereka (santri. red) libur panjang,” ucap Ayi.

Program ini, menutut Ayi, baru pertama kali dilaksanakan pada bulan ramadan tahun ini, meskipun ramadan tahun sebelumnya sudah diuji cobakan, namun dinilai masih belum maksimal, akibat terhalang beberapa kendala.

“Mulai tahun ini, Insya Allah, program taraweh 30 juz, akan secara berkesinambungan dilaksanakan setiap tahunnya,” kata dia.

Sedangkan pelaksanaan shalat tersebut, antara santri putra dengan santri putri, dilaksanakan secara terpisah. “Santri putra dipimpin, KH Sa’dulloh, sedangkan, santri wanita dipimpin Ustadzah Umi Kulsum, yang merupakan kakak kandung Kiai Sa’duloh,beliau seorang penghafal qur an juga,” tuturnya.

Pelaksanaan shalat taraweh 30 juz ini, menurut ayi, dinilai memiliki beberapa keuntungan. Selain santri lebih khusu melaksanakannya, juga secara tidak langsung akan menambah daya ingat santri akan talaran Al-Quran yang sedang mereka lakukan.

“Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, akan menjadi wasilah bagi santri untuk mempermudah dalam menalar ayat suci Al-Qur an,” pungkasnya. (**)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia