oleh

Gowah Alternatif Padi saat Kemarau

SUMEDANG – Antisipasi petani tak melakukan penanaman pada saat musim kemarau. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang melakukan upaya intensifikasi lahan dengan membuat penanaman padi gogo sawah (Gowah). Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Kaduwangi, Kecamatan Ujungjaya terutama kelompok Tani Sayang Kaak.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Yosef Suhayat, pihaknya sengaja melakukan ‘pemaksaan’ pada masyarakat agar dapat menanam padi gogo. Karena menurut dia biasanya di Kawasan itu lahan yang kering kerontang itu tak bisa ditanami.

”Biasanya teu kapeulakan ayeuna mah dipaksa untuk dipelakkan. Jadi kedepannya itu pada saat musim kemarau otomatis nggak ada lahan, tapi harus dibantu bbm dan genset,” ujar Yosef saat ditemui usai pelaksanaan penanaman perdana Gowah, Kamis, 19 September 2019.

Lanjut dia, untuk kegiatan percepatan itu pihaknya melakukan penanaman secara bertahap untuk luas lahan 100 ha. ”Gerakan percepatan penanaman Gogo Sawah dicanangkan di sini itu 200 Ha di Desa Kaduwangi saja. Dibantu Kementerian dimonitor perkembangannya. Sekarang pencanangan, nanti dimonitor terus semuanya 100 Ha kurang lebih,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, untuk keperluan bibit. Dari 100 ha lahan Gowah tersebut diperlukan bibit tanam sebanyak 60 kilogram. ”Nanti diperkirakan panen pada Bulan Desember 2019, selama tiga bulan lamanya,” imbuhnya.

Dia berharap semua pihak untuk dapat bergerak menyuseskan program itu, karena akan terjadi multiplayer effect dari kegiatan tersebut. “Simbolis gerakan percepatan olah tanam bersama-sama dilakukan mulai dari Kelompok tani, kepala desa, kasdim 0610 Sumedang, Kementrian Pertanian,Camat, Kapolsek, UPTD Pertanian dan BPD,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Sayang Kaak, Dodo Warda memberikan apresiasi terhadap program tersebut, karena sebut dia biasanya petani yang ada di wilayahnya itu melakukan penanaman sawah pada musim hujan.

“Gowah, penanaman di luar musim penghujan. Kelebihannya tenaga kerja lebih mudah karena belum waktunya pekerjaan dilahan-lahan yang lain, selain itu harga lebih mahal dibanding panen pada saat panen raya,” jelasnya. (ign)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed