Gubernur Tinjau Jembatan Gantung Rawayan

**SEGERA SELESAI

BUAHDUA – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meninjau pembangunan jembatan gantung Rawayan di Dusun Pasiripis, Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua, Selasa (4/4).

Selain meninjau jembatan gantung Rawayan, Aher (sapaan akrabnya) juga melakukan penanaman benih ikan Mas, Nilem, Nila dan Patin di Sungai Cikandung. Selain itu, Aher secara simbolis melakukan penanaman pohon dari berbagai jenis di tepi Sungai Cikandung.

Aher mengatakan setelah meninjau, pembangunan jembatan gantung Rawayan sudah dimulai. Kemungkinan, kata dia, dalam waktu dekat pembangunan jembatan Rawayan akan selesai.

“Alhamdulillah, jembatan Rawayan dalam waktu dekat bisa menghubungkan dua desa dan dua kecamatan. Yaitu, Desa Ranggasari Kecamatan Surian dan Desa Karangbungur Kecamatan Buahdua,” ujar Aher kepada wartawan dalam konpersnya, Selasa (4/4).

Aher menerangkan kedua bentangan jembatan sudah dilakukan dikedua belah sisi sungai. Sebutnya, hanya tinggal melakukan pengerasan pada bentangan tersebut.

“Bentangan terdiri dari dua di bagian atas jembatan dan tiga di bagian bawah jembatan. Apabila bentangan telah dilakukan penarikan, tinggal menaruh sasag pada bentangan bawah dan jembatan akan selesai,” terangnya.

Dikatakan Aher, dengan adanya jembatan gantung Rawayan masyarakat sudah tidak perlu khawatir oleh adanya arus deras. Terangnya, masyarakat dapat melintas di jembatan itu dengan tenang. Terutama, pada air sedang pasang di Sungai Cikandung.

“Jembatan ini sangat memudahkan pergerakan warga dari satu tempat ke tempat lainnya. Sehingga, diharapkan dapat mampu meningkatkan perekonomian warga,” harapnya.

Disebutkan Aher, jembatan gantung ini merupakan konstruksi baru hasil karya anak bangsa (masyarakat-red) yang dipelopori oleh Vertical Rescue Indonesia (VRI). Karena, sebelumnya tidak ada kontruksi sejenis ini.

Menurutnya, hasil karya VRI ini akan terus didorong dan diharapkan dapat dilakukan standarisasi oleh pusat jalan dan jembatan (Pusjatan). Apabila sudah ada standarisasi dan dianggap layak, sambungnya, kedepannya juga dapat dianggarkan dari APBD untuk memperbanyak pembangunan jembatan gantung ini di wilayah lainnya.

“Apabila ini sudah selesai, ini merupakan karya VRI yang ke 20 di Jawa Barat. Sangat patut diapresiasi. Sebelumnya, juga telah dilakukan di wilayah Naringgul dan Pakenjeng. Kedua jembatan itu sangat bagus dan kuat dilewati warga,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Karangbungur, Eman Sumarya mengatakan kegiatan pembangunan jembatan Rawayan ini murni dari swadaya masyarakat Desa Ranggasari Kecamatan Surian dan Desa Karangbungur Kecamatan Buahdua. Namun, kata dia, pelaksana teknis pembangunan jembatan dilakukan oleh VRI.

“Rencana pembangunan jembatan Rawayan sendiri tadinya merupakan obrolan warung kopi. Tetapi karena adanya kesungguhan masyarakat sehingga jembatan Rawayan bisa terwujud,” jelasnya.

Menurut Ajo, sapaan akran Eman, pembangunan jembatan gantung ini hanya memerlukan waktu singkat. Kemungkinan, kata dia, dalam waktu enam hari akan selesai. “Pembangunan sudah berlangsung selama empat hari, dalam waktu dua hari jembatan itu akan selesai dan dapat dipergunakan oleh warga kedua desa,” tandasnya.

Eman berharap jembatan Rawayan dapat dimanfaatkan oleh kedua warga desa dengan sebaik-baiknya. Diharapkan pula, kata Eman, jembatan ini dapat berguna bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian dari kedua desa.

“Bagi warga Desa Ranggsari, dengan adanya jembatan Rawayan akan mempermudah warga menuju Hariang dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke kota Sumedang. Jarak yang ditempuh pun lebih dekat. Jadi secara ekonomi akan lebih irit,” tukasnya. (atp)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.