H Nana Peduli Hydrocephalus, Beri Bantuan Modal

Peliput/Editor: asep herdiana/iman nurman

H Nana Peduli Hydrocephalus, Beri Bantuan Modal

KUNJUNGI: Pemilik Wisata Kampung Karuhun, H Nana saat mengunjungi penderita hydrocephalus, belum lama ini. (ASEP HERDIANA/SUMEKS)

KOTA – Bantuan untuk Raden Guntur Pratama (3) terus berdatangan. Setelah pihak Kelurahan dan Kecamatan, beberapa pihak juga ada yang memberikan bantuan secara langsung baik berupa uang ataupun barang serta makanan bagi Guntur. Bahkan ada yang memberikan bantuan untuk modal usaha bagi Tessa (26) ibu guntur.

Hal itu yang dilakukan oleh salah satu pembaca setia Sumdang Ekspres, H. Nana Mulyana yang memberikan bantuan berupa sejumlah uang, untuk permodalan usaha keluarga guntur.

“Ini saya ada rejeki buat ibu dan guntur, semoga bisa bermanfaat untuk menjadi modal usaha sehingga bisa lebih bermanfaat, ” ujar H. Nana Mulyana saat mengunjungi rumah keluarga Guntur, beberapa waktu lalu.

H. Nana yang juga merupakan pemilik Wisata Kampung Karuhun itu juga meminta kepada aparat kelurahan untuk memperhatikan dan mengarahkan untuk keluarga guntur membuka usaha kecil-kecilan dan dibimbing. Sebab menurut penuturan keluarganya, selama ini Guntur dirawat oleh neneknya, sebab ibunya bekerja di Bandung.

” Jika membuka usaha disini kecil kecilan saja. Ibunya tidak perlu bekerja ke bandung, sehingga guntur bisa lebih terperhatikan dan terawat, ” ujar Nana.

Sementara itu, Ibunda Guntur, Tessa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah turut memberikan bantuan. Segala bentuk bantuan, sungguh bermanfaat bagi guntur dan keluarga.

“Saya ucapkan banyak terimakasih, kepada yang sudah membantu kami. Semoga bisa menjadi amal shalehn dan rejekinya bertambah, ” ujar Tessa.

Seperti diketahui balita penderita Hydrocephalus, Raden Guntur Pratama (3 tahun), anak pertama dari Ny. Tessa Putri Rahmawati (26), penduduk Jalan Empang No. 8 RT 05 RW 08 Kelurahan Regolwetan Kecamatan Sumedang Selatan Kab. Sumedang, membutuhkan uluran tangan. Bayi malang yang ditinggalkan ayahnya karena bercerai.

Tessa mengaku, sedih karena harus merawat anak semata wayangnya seorang diri. Apalagi sejak perceraian itu, mantan suaminya tidak pernah menengok anaknya.

“Sekarang saya hanya seorang diri, untuk mengurus dan menghidupi anak dari belas kasihan orang. Sedih sih, tapi mesti bagaimana lagi. Sekarang saya tidak bisa nyari kerjaan karena harus fokus merawat anak,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Regol Wetan, Yayat mengaku tidak berdiam diri melihat warga yang tengah dilanda kesulitan. Untuk itu dengan berbagai cara, pihaknya berusaha mengetuk hati dermawan untuk meringankan beban dan penderitaan Tessa, yang anaknya tengah menderita hydrocephalus.

“Alhamdulillah sekarang sudah dermawan yang sudah membantu termasuk dari warga kami sendiri,” ujar Yayat. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.