Harga Daging Masih Tinggi

Peliput/Editor: Jawa Post

Harga Daging Masih Tinggi

MASIH TINGGI: Masa lebaran sudah lewat, namun harga daging di pasaran masih belum normal. ( ILUSTRASI/NET )

Masa lebaran sudah lewat, namun harga daging di pasaran masih belum normal. Pantauan Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Selasa (26/7), daging sapi masih dijual dengan harga Rp 120.000 per kg.
Sedangkan daging ayam meski sudah turun, namun masih berada di harga Rp 30.000 per kg.
“Kalau daging sapi masih belum stabil, harganya masih sama saat lebaran,” ucap pedagang daging di Pasar Sumber, Iif (45).

Menurutnya, masih tingginya harga daging sapi lantaran harga daging dari pemotong atau jagal juga masih tinggi. Padahal sebelum lebaran, harga daging masih berkisar Rp 110 ribu per kg.
Dikatakan dia, dengan masih tingginya harga daging para konsumen banyak yang menawar harga. Di lain sisi, ada pula yang memilih daging yang lebih murah.

Iif menyebutkan harga daging sapi memang bervariatif, disesuaikan dengan kualitas daging itu sendiri.

“Kalau daging super, kita jual Rp 120 ribu per kg, yang daging biasa campur bisa di harga Rp 110ribu,” ungkapnya.

Saat ini penjualan daging sapi, kata IIf, masih belum ramai kembali. Dia sendiri setiap hari menjual sekitar 16 kg daging, 10 kg tulang dan 5 kg daging cincang. “Ya kalau daging penjualannya masih sepi,” tukasnya.

Sedangkan untuk daging ayam meski sudah mengalami penurunan, namun harganya masih belum normal. Harga daging ayam dijual Rp 30 ribu. Padahal rata-rata daging ayam normal dijual Rp 25 ribu-Rp 28 ribu/kg.

Menurut pedagang daging ayam, Aji, harga daging ayam memang fluktuatif. “Kalau daging ayam naik turunnya cepat, kadang dua atau tiga hari sudah naik, dan bisa turun lagi,” sebutnya.
Fluktuasi harga daging ayam, kata dia, berbeda dengan daging sapi. Biasanya, harga daging sapi cenderung lebih stabil. “Kalau daging ayam lebih terjangkau, karena kalau naik itu bisa turun lagi. Kalau daging sapi susah turunnya,” sebutnya.

Penjualan daging ayam sendiri biasanya didominasi oleh para pedagang, rumah makan dan bakso. “Sekarang yang pedagang bakso juga banyak yang beralih ke daging ayam, biasanya dicampur dengan daging sapi,” katanya.

Penjualan setelah Idul Fitri, lanjut dia, dirasakan masih belum mengalami peningkatan. Adanya peningkatan penjualan terjadi pada bulan-bulan Agustus dan juga saat momentum lebaran haji. (jml/sam/jpnn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js