Hari Biasa, Marongge Tetap Ramai

Peliput/Editor: usep adhiwihanda

Hari Biasa, Marongge Tetap Ramai

Ziarah: Para pengunjung yang melakukan ziarah kubur di Makam Keramat Marongge pada hari biasa tetap melakukan wiridan. (DOK/SUMEKS)

TOMO – Tidak hanya peringatan Maulud Nabi Muhammad saja, penziarah mendatangi makam keramat Marongge di Desa Marongge, Kecamatan Tomo. Libur akhir pekan dan hari-hari tertentu penjiarah yang berdatanagn ke makam leluhur itu, terus membludak dari waktu ke waktunya.
Data yang dihimpun Sumeks, penjiarah mulai berdatangan dari berbagai daerah. Kebanyakan penjiarah berdatangan untuk menginap satu malam dengan melakukan wiridan serta solat malam, yang tentunya dengan harapan yang diinginkan setiap penjiarah dapat terlaksana.

Munandar (45) warga asal Bogor ini datang dengan istrinya datang dengan maksud untuk bermalam satu hari di Makam Keramat Marongge. Tentunya, Munandar pun mempunyai harapan yang ingin dilancarkan dengan mendatangi makam keramat tersebut. Dengan membawa persyaratan untuk berziarah dan menuliskan tujuannya dengan mendatangi makam tersebut terhadap kuncen untuk di doakan.

“Saya cuma berdua saja dengan istri. Tahu tempat ini juga dari kerabat yang kebetulan telah beberapa kali datang ke sini. Saya datang untuk menginap semalam. Katanya sih dengan melakukan solat malam di sini apa yang kita harapkan akan dimudahkan dan semuanya dibantu dengan pa kuncen,” katanya beberapa waktu lalu.

Di tempat sama, Nana salah seorang penjaga daftar masuk membenarkan. Bahwa setiap liburan akhir pekan Makam Keramat Marongge selalu didatangi ratusan penjiarah. Kebanyakannya para penjiarah ini berdatangan dari luar daerah untuk menginap semalam atau pun dengan waktu yang singkat.

“Memang sudah banyak yang berdatangan. Ini pun sering terjadi di setiap libur akhir pekan penjiarah banyak yang datang. Tapi hari-hari tertentu juga selalu saja tempat ini ramai. Yang keseluruhannya sama-sama mempunyai harapan dan tujuan,” terangnya.

Lanjut, Nana menambahkan, bahwa untuk penjiarah yang berdatangan di hari-hari libur biasa, di lokasi Makam Keramat hanya melakukan wiridan dan solat malam. Sedangkan untuk malam khusus selalu ada ritual di sekitar makam dan taqblig akbar bersama kuncen makam tersebut.
“Semuanya hampir sama saja melakukan ziarah dengan maksud dan tujuan. Tapi yang membedakan itu dengan adanya ritual malam kalau ada malam-malam tertentu. Dan pengunjung yang berziarah pun lebih ramai dari sebelumnya,” pungkasnya. (sep)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.