oleh

Hari Pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah; Orangtua Baca Ikrar Penitipan Anaknya

Ada yang berbeda pada pelaksanaan hari pertama siswa masuk sekolah tahun ini. Tak hanya siswa, orangtua pun turut mengantar anaknya ke sekolah, termasuk salahsatunya yang terjadi di SMK Negeri Situraja. Bagaimana ceritanya, berikut liputannya.

IGUN GUNAWAN, Situraja

JARUM jam menunjukan pukul 06.00 WIB, puluhan anak-anak berseragam putih biru, sudah tampak terlihat bergerombol di depan Kampus SMK Negeri Situraja yang berhadapan dengan lapangan sepak bola. Kedatangan mereka disambut dengan alunan mars Hari Pertama Masuk Sekolah yang diputar secara berulang-ulang dari pengeras suara.

Terlihat kesibukan lainnya dari para pelajar yang tergabung di Patroli Keamanan Sekolah (PKS), mereka mengiring dan menunjukan pintu masuk siswa ke lapang upacara.
Menurut keterangan Wakil Kepala SMK Negeri Situraja Bidang Kesiswaan, Deddi Mulyadi, ada 384 siswa baru yang terdaftar di sekolahnya. Dari jumlah itu dua orang sakit dan tidak bisa mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang akan berlangsung hingga besok, Rabu (20/7).

Kegiatan dengan tema “Jawa Barat Tolak Kekerasan” itu pun diisi dengan pembacaan ikrar pernyataan bersama orangtua/wali murid yang salah satu pointnya menyerahkan dan menitipkan, serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak SMK Negeri Situraja untuk mendidik dan membina siswa, sehingga dapat berguna bagi dirinya sendiri, Nusa Bangsa dan Agama. Selain itu, orangtua siswa pun berikrar bersedia membantu program sekolah dalam mematuhi dan melaksanakan Tata Tertib Sekolah. Hal sama pun terjadi pada siswa, mereka berikrar untuk tak melakukan kekerasan dan bertindak sesuatu yang dapat merugikan dirinya dan orang lain.

Sementara itu menurut, Deddi, kehadiran para orangtua siswa merupakan bagian dari intruksi Menteri Pendidikan yang menyarankan agar orangtua dapat mendampingi putra putrinya saat hari pertama masuk sekolah.

“Kalau melihat urgensi pentingnya. Ini memang jelas sangat penting. Sehingga orangtua bisa melihat dengan yang sebenarnya, bahwa kegiatan itu (MPLS) positif dan sama sekali tidak ada kekerasan,” kata Wakil Kepala SMK Negeri Situraja, Deddi Mulyadi, pada Sumeks selepas upacara, kemarin.

Kepercayaan dan antusias para orangtua pun, lanjut dia begitu tinggi. Hal itu dapat terlihat dari kehadirannya yang hampir seluruhnya. Bahkan, tribun untuk tempat duduk di lapangan upacara itu pun terlihat sesak. Para orangtua ingin melihat anak didik kebanggaan mereka berdiri upacara dilingkungan pendidikan yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Alhamdulillah, bisa dilihat hadir hampir tiga perempatnya di lapangan ini. Hanya karena memang tempatnya saja yang terbatas, sisanya ada di belakang di kelas. Mereka menghadiri dan tampak antusias melihat pelaksanaan MPLS ini,” imbuhnya.
Meski demikian, sebut Deddi tidak selamanya para orangtua itu harus menemani anaknya. Mereka hanya disarankan sehari, untuk hari ini dan besok, para siswa itu pun harus belajar mandiri.

“Celana saja dari tadinya pendek mulai kamis itu sudah akan rubah jadi panjang. Jadi sikap dan prilaku pun harus berubah ke arah yang lebih baik. Bukan berarti sekarang, ibu bapak yang mengantar kalian, besok juga akan terus mengantar, tidak. Tapi cukup hari ini saja,” imbuhnya.

Orangtua siswa, Sugih asal Kecamatan Darmaraja, mengaku senang anaknya dapat diterima di sekolah favoritnya. Ia juga mengaku senang di hari pertama anaknya masuk sekolah masih diperkenankan untuk melihatnya.

“Ya, karena ke sekolah ini memang yang paling didambakan anak saya,” ungkapnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed