Hasil Pertanian Perlu Digenjot

Hasil Pertanian Perlu Digenjot

BANTUAN: Bupati Eka Setiawan secara langsung memberikan SKT kepada para kelompok tani, kemarin.(Heri purnama/sumeks)

PEWARTA: Heri purnama

JATINUNGGAL – Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, mempertemukan bupati dengan kelompok tani se-Kecamatan Jatinunggal, Kamis (17/11).

Dalam kegitan tersebut Bupati Sumedang, Eka Stiawan, menyebutkan bahwa hampir 67 presen dari 1,2 juta penduduk Kabupaten Sumedang, bergerak di bidang pertanian.

Oleh sebab itu, penghasilan para petani sampai saat ini diakui belum optimal. Sebenarnya, kata Eka, pemerintah saat ini masih terfokus kepada pertanian, bahkan anggran yang diturunkan untuk para petani itu cukup besar. Namun karena anggran tersebut harus dibagi ke 34 provinsi, jumlahnya jadi terlihat kecil.

“Dalam kegiatan ini, saya senang bisa berdialog langsung dengan para petani yang ada di Jatinunggal, dan dapat menampung aspirasi masyarakat petani,” ujarnya.

Dikatakan, para petani khususnya kelompok tani sudah cukup banyak diberikan bantuan oleh pemerintah. Mulai dari pupuk, bibit-bibitan, hewan ternak, bahkan sarana penunjang pertanian seperti mesin traktor. Berbagai bantuan tersebut, saat ini hanya bisa didapatkan oleh kelompok tani yang berbadan hukum. Namun untuk mempermudah para petani agar tetap mendapatkan bantuan meski belum berbadan hukum, bupati Sumedang membuat kebijakan membuat Surat Keputusan Terdaftar (SKT).

“Memang saat ini kelompok tani yang tidak berbadan hukum cukup sulit untuk mendapatkan bantuan. Tapi kita berupaya untuk membuat kebijakan cukup dengan memiliki SKT,” kata dia.

Dalam hal ini, Camat Jatinunggal, Bambang Kustianto dalam sambutannya menyebutkan, dengan adanya kegiatan yang mempertemukan langsung antar kelompok tani dengan bupati, maka kedepannya petani di Jatinunggal akan lebih meningkatkan produktifitasnya. Sehingga dengan begitu, dapat mendongkrak perekonomian di masyarakat Jatinunggal.

“Saya rasa, Jatinunggal ini punya banyak potensi dalam bidang pertanian, dan kreatifitas masyarakatnya juga cukup bagus,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, salah satu Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Sarimekar, Dasman, meminta kepada pemerintah untuk berperan dalam peningkatan SDM para petani. Salahsatu upayanya untuk petugas penyuluhan petani, diharapkan bisa satu desa satu orang.

“Saya minta, untuk petugas penyuluh jangan satu orang memegang dua desa, tapi satu orang-satu desa, agar kualitas para petani semakin bagus karena terurus dengan baik,” tukasnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.