oleh

Hebat, Buah Bintaro Disulap Jadi Pestisida , Dilombakan dalam YSC 2016 se-Indonesia

Dewasa ini pestisida kerap dibuat dari bahan- bahan kimia. Namun, tidak bagi pestisida buatan siswi Al Ma’soem. Pestisida ini dibuat dari sari biji buah Bintaro. Selain alami, Pestisida Bintaro juga ramah lingkungan dan harganya murah.

IMAN NURMAN, Jatinangor

SELAIN ramah lingkungan pestisida buatan anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Alliza Khovshov kelas XI IPA 1 dan Iqta Adzkia XI IPA 2 ini mendapat penghargaan berupa Medali Perak pada ajang Young Scientis Competition (YSC) 2016 tingkat nasional.

Dengan makalah yang dibawakan berjudul ‘Toxicity of Bintaro Seeds Extract Insectiside Againt Crocidolomia Pavonna F’. Makalah Alliza dan tim mampu mengalahkan pelajar lain dari seluruh Indonesia.

“Ide buat pestisida dari buah Bintaro karena di rumah nenek saya di Indramayu banyak buah Bintaro. Kata warga di sana Bintaro bisa mengusir tikus lewat baunya. Makanya saya tertarik bagaimana kalau Bintaro dijadikan pestisida untuk pembasmi hama,” katanya.

Selain manfaat buah bintaro yang bisa mengusir tikus, bintaro juga banyak ditemukan di Indonesia. Bahkan di pinggir-pinggir jalan tol, buah Bintaro berjatuhan tidak ada yang mengambil.

“Itu alasannya saya tertarik untuk melakukan penelitian ini. Alhamdulilah selain dibantu anak-anak dan guru di KIR, kami juga dibimbing mahasiswa Unpad,” katanya.

Direktur Akademik, Asep Sujana MM menambahkan, YSC adalah Ajang kompetisi tahunan yang mempertemukan para peneliti belia untuk mengadu kreasi dan kreatifitas mereka. Kompetisi yang sudah rutin diselenggarakan setiap tahunnya (oleh Pudak Scientific dan Center for Young Scientists – CYS) ini mempertemukan berbagai pelajar setingkat SMP dan SMA dari seluruh Indonesia untuk bersaing melalui inovasi mereka melalui makalah dan presentasi.

Young Scientist Competition 2016 tingkat provinsi dilangsungkan di Merak Room 3, GESS Indonesia exhibition – Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat ini diselenggarakan pada 15 – 16 September 2016 lalu.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa kategori yang dilombakan dalam Young Scientist Competition 2016 yaitu; Computer Science, Physics (Fisika), Mathematics, Ecology – Environmental Science, dan Ecology – Life Science,” katanya.

Asep menambahkan, Tim KIR – ASIC SMA Al Ma’soem mengirimkan beberapa siswanya untuk ikut berkompetisi dalam Young Scientists Competition 2016 ini. Dan alhamdulillah 2 inovasi karya siswa SMA Al Ma’soem berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Hasil inovasi dari Annisa Nurul Sholihah (XII – IPA 4) dan Sandi Maulana (XI – IPA 6), dengan Smart School Wall Magazine mereka berhasil meraih The Best Poster (4th Place) pada bidang Computer Science.

“Kemudian Makalah karya Alliza Khovshov (XI – IPA 1) dan Iqta Adzkia (XI – IPA 2) yang berjudul Toxicity of Bintaro Seeds Extract Insectiside Againts Crocidolomia Pavonna F (Lepidoptera: Crambidae) berhasil meraih Silver Medal (2nd Place) pada bidang Ecology – Environmental Science. Rencananya, keduanya akan diikutkan pada lomba International Scientist Competition yang akan digelar di Jerman pada 2017 mendatang,” tandasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed