oleh

Heboh!! Kades Cibeureuyeuh Laporkan Ketua RT, BPD dan Warganya

SUMEDANG – Setelah sebagian warga RT 03 RW 02 Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang dipanggil Unit Resum Reskrim Polres Sumedang, kemarin (24/10), giliran enam ketua RT lain nya beserta ketua BPD, tokoh masyarakat dan dua aparatur desa yang dimintai keterangan tim penyidik. Pemanggilan ini, terkait dugaan pemalsuan surat atau mosi percaya atau tidak percaya dan dugaan pencemaran nama baik paska rapat terbuka yang digelar di Aula Desa Cibeureuyeuh pada 17 September 2019 lalu.

Ketua BPD Cibeureuyeuh, Cece E Sunandang membenarkan adanya pemanggilan untuk dimintai keterangan di Unit Resum Polres Sumedang. Hal itu berkaitan pelaksanaan rapat terbuka dengan agenda ‘analisis masyarakat terhadap kinerja dan kebijakan Pemerintah Desa Cibeureuyeuh dan antisipasi terhadap dampak jalan tol’. Saat itu (rapat terbuka) kades tidak hadir hingga warga menginginkan adanya mosi dan disebarkan ke tiap RT untuk diisi warga dengan opsi percaya atau tidak percaya.

Mosi itu, kata Cece, merupakan permintaan warga saat digelarnya rapat terbuka dan pihaknya melaksanakan. Tapi, malah jadi dilaporkan ke pihak kepolisian dan langsung ke Polda Jawa Barat oleh kepala desanya. Hal itu, disertai satu berkas mosi yang diambil oleh istri kades.

“Sebelumnya juga sudah ada satu ketua RT dimintai keterangan dan bahkan minggu kemarin itu warga di satu RT yang tandatangan mosi, ikut dimintai keterangan. Termasuk sekarang (kemarin) dipanggil lagi RT lainnya, tokoh masyarakat, dua staf desa dan termasuk saya,” ujarnya.

Ditambahkan Cece, terkait keinginan warga untuk dibuatkan mosi itu, telah disampaikan juga ke camat Conggeang. Begitu pun dengan sejumlah permasalahan lainnya yang terjadi. Namun sayang, sudah hampir tiga minggu ini, belum juga ada respon dari pihak kecamatan.

“Sudah disampaikan juga ke camat kondisi ini dan sejumlah masalah lainnya, namun belum ada juga jawaban dari kecamatan harus gimana-gimananya, harus dimusyawarahkan atau gimana, belum ada,” tukasnya.

Dikonfirmasi melalui telepon, Camat Conggeang, Bangbang Kustiantoro menyebutkan, pihaknya mengetahui hal tersebut. Namun pihak kecamatan, pun sebelumnya sudah mengupayakan dengan jalan musyawarah.

Begitu juga diakui camat, BPD Cibeureuyeuh sudah ada menghubunginya terkait permasalahan yang terjadi. “Sudah ada (dari BPD). Dan kita coba fasilitasi, tapi yanampaknya gak ada jalan, titik temu  gitu kan. Disarankan tidak sampai ke ranah itu lah,” katanya.

Untuk kedepannya, pihaknya juga menegaskan, permasalahan itu harus ada tundak lanjut (musyawarah). “Tentu harus ada perbaikan lah,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskirm Polres Sumedang, AKP Niki Ramdhany membenarkan adanya pelaporan dan kini tengah ditangani. Menurutnya, permasalahan ini terkait dugaan tandatangan palsu dalam mosi percaya tidak percaya yang diisi warga. “Ini bukan tandatangan ini nih (dalam mosi, red), dilaporkan lah pemalsuan,” katanya.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan tandatangan tersebut palsu atau tidaknya. Karena untuk saat ini, masih dalam proses pemeriksaan. Bahkan pihaknya juga, sampai pernah mengundang 30 orang untuk dimintai keterangan terkait masalah tersebut.

“Sekarang (kemarin) juga sedang pemeriksaan. Namun berkenaan benar atau tidak, ini masalah pribadi kayaknya, antara BPD dan kepala desa. Dan untuk warga, kemarin juga ada yang nanya kenapa dipanggil, kata saya kalau yang bisa silahkan kalau yang tidak silahkan buat keterangan saja, misalkan sudah uzur atau tua. Dan disampaikan juga, kasih keterangan ke warga, ini hanya pemeriksaan biasa,” tukasnya. (sep/nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed