oleh

Heri Ukasah: Penyaluran Bansos Provinsi Perlu Direvisi

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menyikapi pandemi covi-19, diakui telah banyak dilakukan oleh Pemprov Jabar. Diantaranya, disalurkan bantuan sosial (bansos) melalui dana yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar.

“Dari hasil evaluasi dalam teknis penyaluran, di lapangan ditemukan berbagai kendala. Dengan temuan ini, mulai bulan Juli ini perlu ada perbaikan,” ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Heri Ukasah Sulaiman, dalam keterangannya kepada media, baru-baru ini.

Penyaluran dana bansos, ungkap Heri, saat ini dialokasikan untuk masyarakat yang terkena dampak covid-19. Untuk penyaluran dana bansos kurang lebih dialokasikan untuk 1,8 juta KK.

“Bagi mereka yang mendapatkan bantuan, masing-masing KK menerima bantuan sebesar Rp 500.000, dengan rinciannya Rp 350.000 untuk bantuan pangan dan sisanya sebesar Rp.150.000, berupa uang tunai,” tuturnya.

Dari penelusuran di lapangan, jelas Heri, ada persoalan untuk bantuan pangan. Pertama, di beberapa daerah telur yang diberikan kepada penerima di beberapa daerah kualitas jelek, karena ada telur yang ada dalam kondisi “busuk”.

Memang menyikapi kondisi ini, Pemprov Jabar telah mengeluarkan solusi, telur diganti oleh susu. Solusi ini, juga dinilai kurang tepat, karena jika susu itu berupa susu dari peternak, juga rawan basi. Jika susu itu, berupa susu cair kaleng itu juga kurang tepat, karena standar gizi dari susu ini kurang bagus.

Selanjutnya, jelas Heri, untuk bantuan pangan lain diantaranya mie instan dan sarden temuan di lapangan, dari sisi merk beragam diterima oleh penerima. Dari investasi di lapangan, merk untuk barang itu bervariasi untuk harganya. Sementara dihitungan pagu bansos untuk kedua barang itu, tentunya dihitung dalam jumlah yang sama.

“Untuk menyelesaikan persoalan itu, serta untuk mengawal ketepatan pengelolaan keuangan dana bansos, dalam rangka penyempurnaan penyaluran dana bansos untuk bantuan pangan ganti saja dengan uang tunai. Jika usulan ini diterima, maka masing-masing KK penerima dana bansos korban covid-19, mendapatkan uang tunai Rp 500.000 per-KK, dikirim ke masing-masing nomor rekening penerima,” tukasnya. (nur/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed