oleh

Hiburan 17 Agustus Digelar Sederhana

SUMEDANGEKSPRES.COM, JATINANGOR – Mendekati pesta kemerdekaan 17 Agustus, sejumlah desa di  wilayah Jatinangor akan mengembalikan kewenangan ke tiap RW. Apakah itu melaksanakan hiburan perlombaan apa tidak. Meskipun demikian, pemasangan bendera dan umbul umbul tetap dilakukan.

Ketua Apdesi Jatinangor yang juga Kades Cikeruh, Ii Jai mengatakan, belum adanya perintah apakah boleh melaksanakan karnaval atau tidak. Sebab, upacara bendera juga dibatasi hanya 25 orang. “Kalau hiburan di tingkat RT/RW seperti perlombaan kayaknya ada. Karena itu kan sifatnya sederhana dan tidak mengundang orang luar,” katanya.

Pihak Apdesi Jatinangor, pun masih menunggu rekomendasi dari kecamatan dan Pemkab Sumedang apakah boleh menggelar karnaval apa tidak. Termasuk teknis pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus tingkat Kecamatan Jatinangor. “Belum ada arahan ke sana, kalau jumlah peserta upacara dibatasi, tidak dibadiri peserta dari siswa atau pelajar,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Jatiroke, Rd Cuna Dinata mengatakan, pihak desa menyerahkan ke RW untuk menggelar hiburan secara sederhana dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu, jadi warga yang sakit tidak boleh ikut lomba. “Karena sekarang tidak ada anggaran untuk memeriahkan HUT RI, jadi ya diserahkan ke RW. Mau melaksanakan apa tidak. Kalau karnaval kayaknya tidak boleh,” katanya.

Pemerintah Desa Jatiroke, pun akan menggelar lomba kampung disiplin Covid-19. Dimana setiap gang, disediakan alat cuci tangan dan wajib memakai masker bagi warga. “Paling perlombaanya yang berkaitan dengan Covid-19, seperti lomba disiplin memakai masker, jaga jarak dan lomba memasang bendera terbaik,” katanya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.