oleh

Home Visit di Paseh Dihentikan

Satu Pasien Positif Meninggal

SUMEDANGEKSPRES.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar melalui metode Home Visit (kunjungan rumah) oleh guru di Kecamatan Paseh.

Langkah itu dilakukan, menyusul kematian salah seorang warga Paseh yang terkonfirmasi positif Ciovid-19 pada Senin (27/7) malam.

“Saya sudah mengintruksikan atas dasar dari petunjuk pak kadis, untuk Home Visit metodanya ditiadakan,” kata Kabid SD pada Dinas Pendidikan Sumedang, E Mahfudin saat ditemui Sumeks di kantornya, Selasa (28/7).

Sebagai penggantinya, digunakan metode Daring. Baik itu melalui grup WhatsApp ataupun Facebook dan lainnya. “Sekarang guru tidak boleh bersentuhan atau ketemu langsung, baik dengan siswa maupun orang tua siswa,” ujarnya.

Sementara untuk siswa yang tidak memiliki gadget, pihaknya menyiasati dengan sistem modul, yakni pengisian tugas di Lembar Kerja Siswa (LKS). “Orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengambil lembaran LKS dan tidak diperjual belikan,” tegasnya.

Disebutkan, meskipun Desa Paseh Kidul menjadi kawasan yang dianggap ring satu penghentian sistem belajar Home Visit, namun untuk menajaga hal-hal yang tidak diharapkan, pihkanya memberlakukan satu kecamatan. “Kita berhentikan seluruhnya,” tegas dia. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed