Homo Incar Anak Laki

Homo Incar Anak Laki

PELAKU DITANGKAP: Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata SIK menunjukan sejumlah barang bukti dari penangkapan pelaku sodomi dalam ekspose di Mapolres Sumedang, kemarin (20/2). (ASEP NURDIN/SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEKS

4 Bocah Jadi Korban Sodomi

KOTA – Dilanda kesepian, US bin Iking, nekat menyodomi bocah SD. Perbuatan laknat itu, dilakukan warga RT 02 RW 03 Kampung Sukadaya Desa Sukasari Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, secara berulang-ulang.

Aksi dari seorang duda berusia 44 tahun ini, dilakukan di sebuah saung tepi kolam milik warga Dusun Bojong Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara. Lokasi ini, merupakan tempat pelaku mencari nafkah sebagai penjaga kolam.

“Dari pengakuan tersangka ada empat korban. Namun yang diketahui adalah MAP, 9, dan MAR, 10, yang merupakan pelajar kelas 4 salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sumedang Utara,” kata Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata SIK kepada wartawan di Mapolres Sumedang, kemarin (20/2).

Saat melakukan perbuatannya, tersangka mangaku lupa hari dan tanggalnya. Namun diperkirakan, kejadian tersebut sudah berlangsung sejak setahun yang lalu.

“Tersangka melakukan perbuatan terhadap MAP sebanyak tiga kali dan MAR dua kali, dengan iming-iming akan memberikan uang jajan sebesar Rp 10 ribu,” kata kapolres.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan, kata Hari, dimungkinkan korban akan terus bertambah. Sedangkan tersangka sendiri, mengalami kelainan orientasik seks, akibat korban sodomi yang terjadi pada puluhan tahun silam.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa satu potong baju kemeja warna hitam, satu potong celana panjang dan satu celana dalam milik tersangka,” tuturnya.

Dikatakan kapolres, kondisi korban setelah kejadian itu, merasa sakit pada bagian anus dan merasa trauma.

“Atas kejadaian itu, tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan 4 serta Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara, denda paling banyak Rp lima miliar, ditambah sepertiga dari ancaman tersebut apabila menimbulkan korban lebih dari satu orang,” tukasnya. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.