oleh

Hujan, Petani Tembakau Merugi

SITURAJA – Petani tembakau di Desa Pamulihan, Kecamatan Situraja mengeluh terkait tingginya intensitas curah hujan. Menurut mereka, curah hujan yang mengguyur terus menerus justru akan berdampak buruk pada tanaman tembakau.

Diakui para petai, jika saat ini sudah satu bulan terakhir, para petani di desa tersebut menanami lahan pesawahannya dengan tembakau. Ha itu menurut mereka, dilakukan oleh para petani setelah panen padi, para petani menilai menanam tembakau bisa memberikan penghasilan yang lebih dibandingkan dengan padi.

Salah seorang petani tembakau yang berasal dari Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang yang menyewa lahan di Dusun Pamulihan, Desa Pamulihan, Kecamatan Situraja, Rusdi menyebutkan jika kualitas tembakau yang ditanam di wilayah desa tersebut sangat bagus.

“Saya berasal dari Tanjungsari. Di sini saya menyewa lahan, untuk menanam tembakau. Karena tanah di sini sangat cocok untuk tembakau, dan kualitas tembakaunya juga bisa sangat bagus,” kata Rusdi pada Sumedang Ekspres, kemarin.

Rusdi memaparkan, dari seratus tumbak lahan sawah itu bisa ditanami sekitar 2.500 pohon tembakau dan dari seratus atau seratus lima puluh pohon itu bisa menghasilkan satu ikat tembakau yang siap jual. Dari 2500 pohon diperkirakan bisa menghasilkan uang sampai Rp 15 juta, itu pun kalau kualitasnya bagus.

“Kalau kualitas tanamannya kurang maksimal, ya belum tentu bisa mencapai Rp 15 juta dari jumlah 2500 pohon itu,” ucapnya.

Lanjutnya, untuk mencapai target maksimal tentunya pemeliaraannya juga harus dimaksimalkan dan dukungan cuaca juga sangat penting. Apalagi, sebut dia, tanaman tembakau tidak baik jika menerima guyuran air terlalu banyak, sebab itu biasanya tembakau ditanam saat memasuki musim kemarau.

“Yang dikhawatirkan kualitas tembakau ini akan terganggu saat hujan terus-terusan turun,” ucapnya.

Masih di lokasi tersebut, salah seorang petani setempat, Atot, membenarkan jika kualitas tanah di wilayah Pamulihan tepatnya di Blok Sawah Kepuh, memang sangat bagus untuk tanaman tembakau.

Namun harus di dukung juga dengan pemeliharaan yang ulet, di blok sawah tersebut ada sekitar 5 hektar sawah yang ditanami tembakau dengan harapan kulitasnya bisa bagus, meski saat ini terancam oleh banyaknya hujan.

“Diperkitakan ada sekitar 5 hektar sawah yang ditanami oleh tembakau, tembakau memang bisa memberikan penghasilan yang lebih, tapi harus benar-benar pemelihharaannya, tidak seperti padi, kalau sudah berbuah pasti padi bisa di panen, tapi kalau tembakau, meski sudah besar dan siap panen, kadang-kadang bisa mati dan gagal panen,” jelasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed