Ibu Pembuang Janin Ternyata Masih ABG, Coba Berkali-kali Aborsi dengan Miras

Peliput/Editor: sobar bahtiar/usep adhiwihanda

Ibu Pembuang Janin Ternyata Masih ABG, Coba Berkali-kali Aborsi dengan Miras

Dok

KOTA – Pelaku pembuangan janin yang dikuburkan di Taman Makam Pahlawan Cimayor, Kecamatan Sumedang Utara, beberapa hari lalu, akhirnya tertangkap. Pelaku yang tega membuang janin berusia empat bulan tersebut, yakni IR (17) yang tak lain adalah ibu dari janin itu sendiri.

IR yang bekerja sebagai seorang pemandu lagu (PL) di salah satu tempat karaoke di Sumedang, ditangkap Satuan Reskrim Polres Sumedang, di rumah orang tuanya di Nalegong, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan. Sebelum kejadian tersebut, IR merupakan salah satu penghuni kos-kosan di wilayah Dano, Kecamatan Sumedang Utara.

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Hadi Mulyana SH, menuturkan alasan pelaku tega mengubur janin yang keluar dari rahim pelaku itu sendiri. “Jadi, pelaku ini menguburkan janin yang sengaja digugurkan. Alasanya, karena janin tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan kekasihnya yang merupakan warga Bandung. Dan alasannya digugurkan, karena kekasihnya tersebut tidak mau bertanggung jawab dengan janin yang dikandungan si pelaku. Karena itulah, pelaku nekat menggugurkan janin tersebut, dan langsung menguburnya,” tuturnya kepada Sumeks di ruangan kerjanya, Rabu (10/2).

Pelaku IR, gadis lulusan SMP itu, diduga melakukan aborsi dengan berbagai cara. “Pertama, ia menenggak minuman keras merk Kuda Mas, lalu ia juga meminum Pil Tuntas dan terakhir ia meminum Pil Eksimir. Dan itu dilakukannya pada Rabu malam tanggal 3 Februari lalu. Namun efek sampingnya terasa pada hari Kamisnya,” terangnya.

Akibat perbuatannya, IR yang dibekuk polisi pada Sabtu (5/2) lalu itu, dikenai pasal 77 A ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

“Karena tindakan mengaborsi dengan sengaja, tidak dibenarkan oleh perundang-undangan, maka pelaku terjerat pasal 77 A ayat 1, dengan ancaman penjara 10 tahun. Dan, karena pelaku juga masih dibawah umur, maka akan kami titipkan ke LP khusus anak. Sementara untuk dua orang lainnya, masih berstatus saksi,” tuturnya menambahkan. (bay)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.