oleh

Iki Tato Dibekuk Usai Aniaya Security

SUMEDANG – Satreskrim Polres Sumedang berhasil menangkap pemuda berinisial Riky alias Iki Tato, 30, Kamis (5/12) sore.

Warga Dusun Pasir Buleud, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan merupakan pelaku penganiayaan terhadap seorang security PT Ganes di Dusun Sabagi Desa Ciherang, Sumedang Selatan.

Korban, Iwa Kartiwa warga Dusun Sabagi III RT 03 RW 04 Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan mengalami luka di bagian kepala hingga sempat mengalami koma dan akhirnya meninggal dunia, Kamis (5/12) sore.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Niki Ramdhany membenarkan tersangka telah ditangkap pada hari yang sama saat korban menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sumedang.

Kapolres menuturkan, kejadian bermula saat tersangka keluar area perusahaan. Namun saat kembali, pintu gerbang perusahaan dalam kedaaan terkunci.

Korban Iwa tidak membukakan pintu gerbang dengan alasan tersangka sedang mabuk.

“Korban tidak membukakan pintu karena megetahui tersangka dalam pengaruh minuman keras. Lalu saat waktu bubar pegawai, pelaku tiba-tiba memukul bagian kepala korban dengan tangan kosong hingga tersungkur,” ujarnya.

Melihat korban tersungkur, tersangka malah semakin beringas, dan menginjak-injak kepala korban. Kemudian, beberapa kali membenturkannya ke lantai. Akibatnya tengkorak korban mengalami pecah dan mengalami pendarahan.

“Tersangka sempat panik, lalu bersama pekerja lain membawa korban ke Puskesmas Tanjungsari. Dari Puskesmas Tanjungsari korban dirujuk ke RSUD Sumedang,” paparnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan satu unit kendaraan sepeda motor roda dua merk Vino, satu buah kapak dengan gagang kayu serta satu buah pipa besi.

“Kapak memang pelaku yang membawa, tapi tidak digunakan menganiaya korban. Lalu pipa besi, ini masih kita selidiki siapa yang menggunakan,” ucapnya.

Akibat perbuatannya itu tersangka yang kini mendekam di ruang tahanan Mapolres Sumedang dijerat Pasal 338 dengan ancaman pidana kurungan 15 tahun penjara.
Sementara itu, istri korban Lilis (47) menuturkan, keluarga mendapat informasi kejadian tersebut pada Selasa (4/12) dini hari.

“Saya juga tahu Selasa jam 2 subuh. Suami saya katanya awalnya dibawa ke klinik, tapi karena keterbatasan peralatan dirujuk ke RSUD Sumedang,” katanya saat pemakaman korban di Dusun Cigintung Desa Cigintung Kecamatan Cisitu, Jumat (6/12) sore.

Korban dirujuk karena mengalami luka parah dibagian kepalanya. Bahkan, tempurung kepala korban mengalami pecah.

Korban meninggalkan seorang istri serta dua orang anak perempuan yang masih duduk di bangku kuliah, dan SMP.

Dikatakan, suaminya baru bekerja di tempat penyimpanan barang PT. Ganes selama satu bulan.

Lilis mengaku tidak mengetahui secara jelas motif tersangka menganiaya korban hingga akhirnya meninggal usai dirawat 2 hari di rumah sakit.

Keluarga pun berharap tersangka yang sudah ditangkap polisi dihukum seberat-beratnya.

“Kami berharap tersangka dihukum seberat-beratnya, karena ini sudah biadab, sudah sepantasnya hukuman mati. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi kedepannya,” tuturnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed