oleh

Imbas PSBB, Omzet SPBU Menurun

SUMEDANGEKSPRES.COM – Dampak Pandemi Covid-19, melumpuhkan berbagai sektor perekonomian. Salah satunya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Ma’soem Group di Jalan Raya Sumedang – Bandung, Ciromed Tanjungsari Sumedang.

Menurut Kepala SPBU Ciromed, Gun gun Gunadi bahwa dampak korona, SPBU nya hampir mengalami penurunan omzet sekira 50 persen.

“Terjadi penurunan omzet yang signifikan. Jika hari-hari biasanya bisa habis antara 30 sampai 34 ton (Kilo Liter) per hari, ketika pemberlakuan PSBB pertama jadi 20 ton per hari,” kata Gun gun.

Sebetulnya, lanjut Gun gun, penurunan omzet sudah terjadi ketika pemerintah memberlakukan darurat covid 19 pada pertengahan Maret lalu. Setelah ada darurat Covid-19, penjualan untuk berbagai produk Pertamina (BBM) antara 24 sampai 27 ton per hari. Biasanya sebelum ada wabah Korona, penjualan di kisaran 31,8 ton per hari sampai 34 KL atau 34.000 liter.

“Sekarang logikanya, masyarakat dilarang bepergian, otomatis mereka tak membeli BBM. Jika pun membeli maka jumlahnya tidak banyak. Paling pembeli warga sekitar 1 sampai 2 liter, atau 50 sampai 100 ribu untuk mobil,” katanya.

Tak hanya, jenis BBM, produk Pertamina seperti pelumas pun mengalami penurunan sampai 50 persenan. Sebab, masyarakat enggan mengganti oli kendaraanya karena bingung dengan kebutuhan sehari-hari.

“Yang ganti oli juga biasanya di 5000 KM, sekarang 10.000 KM baru diganti. Mungkin penghasilan mereka menurun karena diberhentikan kerjanya,” katanya.

Untuk mengantisipasi biaya operasional, pihaknya mengurangi jumlah karyawan dari 15 orang menjadi 10 orang. Meskipun demikian, stok BBM di beberapa SPBU milik Ma’soem grup masih stabil bahkan lebih.

“Meskipun omzet turun, tapi kami tidak mengurangi pembelian BBM ke Pertamina. Sebab, ada opsi dari Pertamina pengelola SPBU diberikan keringanan untuk DO Kredit. Sehingga, order minyak masih tetap seperti biasa,” ujarnya.

Kenapa Pertamina memberikan DO kredit, alasannya pertama karena keuangan sedang sulit, kemudian kedua karena minyak bumi sedang melimpah. Sehingga, jika di simpan di gudang Pertamina kan hawatir membludak.

“Kemudian, kenapa Pertamina memberikan keringanan kredit, agar ketika Pandemi Korona selesai, tidak terjadi lonjakan antrean di SPBU atau bahkan stok BBM habis. Kan, pasokan normal, jadi jelas stok BBM akan melimpah,” katanya.

Gun gun menambahkan, semua produk pertamina diperbolehkan di kredit kecuali premium. Kuota untuk satu jenis BBM misalnya Pertamax sampai 24 Kilo Liter atau 24.000 liter.

Meskipun ditengah pandemi SPBU harus buka, manajemen SPBU Ma’soem grup menerapkan protokol kesehatan. Seperti penyediaan hand sanitizer, wajib penggunaan masker, dan penyemprotan disinfektan di mesin BBM dan area SPBU setiap hari.

“Petugas SPBU juga melakai APD seperti sarung tangan, masker, kaca mata, dan handsanitizer. Di area toilet dan mushola juga disediakan hand sanitizer,” katanya.

Terakhir, Gun gun berharap Corona dan PSBB cepat berlalu di Indonesia. Sebab, sudah merusak tatanan perekonomian warga. Jika terus terusan seperti ini, daya beli masyarakat akan turun dan ekonomi akan hancur.

“Logikanya gini, jangankan membeli BBM, mata pencaharian tidak ada, pendapatan tidak ada, mereka akan fokus ke membeli beras atau makanan. Karena mobilisasi kendaraan tidak ada, jadi omzet SPBU menurun,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed