Ini Pesan Kadisdik kepada Siswa Baru SMK Muhammadiyah 1

Peliput/Editor: iqbal nugraha/iman nurman

Ini Pesan Kadisdik kepada Siswa Baru SMK Muhammadiyah 1

SIMBOLIS: Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sumedang Dadang Setiawan SAG, MSi (kiri) mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumedang, Eem Hendrawan saat prosesi simbolis pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan menerbangkan tulisan Fortasi dengan balon ke udara, Senin (18/7). (MUHAMMAD IQBAL/SUMEKS)

KOTA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Sumedang, Eem Hendrawan mengimbau para orang tua dan guru bisa mengawal dan membimbing anak didiknya menjadi pribadi yang baik. Hal itu disampaikan, Eem pada acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Muhamadiyah 1 Sumedang di sekolah tersebut, Senin (18/7).

Kadisdik mengapresiasi kegiatan orientasi siswa yang lebih menekankan pengenalan bukan perpeloncoan. Dia berpesan agar para orang tua siswa dapat bekerjasama dengan pihak sekolah dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang baik.

“Saya harap para orang tua siswa dapat bekerjasama dengan pihak sekolah demi terselenggaranya pendidikan yang baik,” katanya disela kegiatan.

Sementara itu, sejumlah orang tua mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah di SMK Muhammadiyah 2 Kabupaten Sumedang. Pada kesempatan itu, salah seorang perwakilan orang tua menyampaikan pernyataan menyerahkan anaknya untuk dididikan di sekolah tersebut.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sumedang, Dadang Setiawan SAg, MSi, mengatakan, hari pertama masuk sekolah diisi dengan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau menurut istilah sekolah tersebut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Forum Ta’aruf dan Silaturahmi Siswa (Fortasi) Tahun Ajaran 2016/2017.

“Alhamdulillah di hari pertama MPLS dengan tema Fortasi Ceria yaitu Cerdas Religius dan aktif ini, sejumlah orangtua mengantar anak-anaknya sesuai imbauan Kemendikbud,” ujarnya kepada Sumeks, kemarin.
Dalam kegiatan orientasi siswa itu yang akan digelar selama tiga hari itu, sejalan dengan unsur sekolah Islam, para siswa akan diberi berbagai materi keislaman dan pengenalan budaya sekolah yang ramah anak.

“Kegiatan itu menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, pihak guru dan teman-teman barunya, kami juga membekali materi keislaman dan budaya sekolah yang ramah anak,” ujarnya lagi.
Ia mengaku, semua unsur kepanitiaan terdiri dari unsur guru dan menjamin tidak akan melakukan tindak kekerasan atau peloncoan selama kegiatan berlangsung. “Semua kepanitiaan 100 persen dari pihak guru, sedangkan Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPM/ OSIS) hanya diperbantukan saja untuk hal-hal tertentu,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan itu, dirinya memotivasi agar siswa dapat berani menunjukan potensi dan bakatnya serta menuliskan cita-citanya sejak awal. (iqi)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.