Intel Korem Tarumanegara Ungkap Peredaran Obat Terlarang

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Intel Korem Tarumanegara Ungkap Peredaran Obat Terlarang

DIGREBEK PETUGAS: Petugas Intel dari Korem Taruma Nagara yang dipimpin Kapten Arif As'ari berhasil membongkar peredaran obat terlarang yang berkedok toko kosmetik.(ASEP HERDIANA/SUMEKS)

BERKEDOK TOKO KOSMETIK

KOTA – Bermodus toko kosmetik di Jalan Karapyak Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara, Ir, 46, diduga mengedarkan obat-obatan terlarang. Ir diketahui menjual atau sebagai pengedar jenis obat-obat psikotropica golongan empat kepada para siswa sekolah.

Ir, ditangkap petugas Intel dari Korem Taruma Nagara yang dipimpin Kapten Arif As’ari. Kemudian diserahkan ke Koramil Sumedang Kota dan terus digelandang Polsek Sumedang Utara, siang kemarin (11/7).

Menurut Danramil Sumedang Kota Kapten Inf Dedi Ruwanto didampingi Kasi Kefarmasian dan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dadan Mulyadan, barang bukti yang diamankan dari toko kosmetik itu jenis obat psikotropica yang bila dikonsumsi tanpa resep dokter bisa mematikan.

Barang bukti obat yang diamankan, berupa Neomato 50 tablet, Ramadok 92 tablet, Tramadol palsu 18 bungkus (perbungkus 15 tablet), Dexa 50 bungkus (perbungkus 5 tablet).

“Obat-obat terlarang tersebut ditemukan ketika digeledah di WC di toko obat tersebut,” kata Kapten Dedi.

Menurut keterangan petugas, penangkapan Ir bermula adanya laporan masyarakat yang menyebutkan, toko kosmetik itu sering ada pelajar yang datang membeli sesuatu.

“Jadi masyarakat merasa curiga, karena toko kosmetik itu seringnya banyak kedatangan berseragam pelajar,” tuturnya.

Seorang warga kemduian disuruh untuk membeli obat psikotropica tersebut dan ternyata memang ada. Sehingga, petugas langsung menggrebeknya.

Ketika datang petugas berpakaian preman, Ir semula tidak mengaku. Tetapi, petugas tidak bisa dikelabui sehingga langsung mengeladah toko tersebut. Setelah barang bukti ditemukan, Ir pun tak bisa berkutik.

Menurut pengakuan Ir kepada petugas, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di Kecamatan Cimanggung. Omset penjualan obat terlarang itu menurut keterangan Ir, bisa mencapai Rp 1,5 juta perhari. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.