oleh

IPDN Bagikan 1708 Sembako untuk Warga di Dua Kecamatan

JATINANGOR – Ditengah kesulitan warga terdampak pandemi Korona atau Covid-19, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan bantuan paket sembako kepada warga di dua kecamatan yakni Sukasari dan Jatinangor. Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada Muspika Jatinangor dan Sukasari di Gor Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor, Kamis (9/4).

Sedikitnya 1708 paket sembako diberikan secara simbolis oleh Rektor IPDN dr. Hadi Prabowo, MM kepada Muspika Jatinangor dan Sukasari yang akan dibagikan ke Desa Cibeusi, Jatiroke, Cilayung, Hegarmanah dan Desa Genteng, Nanggerang, Sindangsari dan Banyuresmi Kecamatan Sukasari.

“Ini merupakan kepedulian dari IPDN terhadap warga desa di dalam mengantisipasi adanya wabah penyakit lain. Untuk kali ini, bantuan diserahkan terutama yaitu untuk warga di Kecamatan Jatinangor dan Sukasari yang kebetulan berbatasan dengan kampus IPDN,” jelas Hadi kepada wartawan.

Dengan adanya bantuan logistik ini, Rektor IPDN berharap beban warga berkurang dan tetap berada di dalam rumah sebagai bentuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami bersama-sama (instansi lain, red) memberikan bantuan kepada warga agar warga juga tidak keluar rumah dulu, supaya tidak tertular Covid-19. Adapun warga yang kami berikan yakni Kecamatan Jatinangor, Desa Cibeusi 421 KK, Cilayung 342 KK, Hegarmanah 375 KK, danJatiroke 120 KK. Kemudian warga di Kecamatan Sukasari Desa Genteng 150 KK, Nanggerang 100 KK, Sindangsari 100 KK, dan Banyuresmi 100 KK. Total Semua 1.708 KK,” katanya.

Paket sembako diangkut menggunnakan sebuah truk dari kampus IPDN. Di Desa Cibeusi, kedatangan rombongan IPDN dan paket sembako disambut Camat, Kapolsek dan Danramil Jatinangor.

“Semua paket sembako kita serahkan di Desa Cibeusi. Tadi disaksikan pak kapolsek dan pak Danramil. Nanti bantuan akan didistribusikan oleh kepala desa kepada warga,” tambah Hadi.

Menurutnya, IPDN akan selalu memperhatikan kondisi warga, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19 ini.

“Kita tentu tidak bisa diam diri. Atas kesulitan warga dengan kondisi saat ini, kita harus tetap bersama-sama. Ayo bangun optimisme dan melawan (Covid-19, red). Kita juga mengimbau agar warga tidak dulu mudik,” ucapnya. (imn)

Selengkapnya di Koran Sumedang Ekspres edisi Jumat (10/4).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed