oleh

Irigasi Longsor, 50 Hektar Sawah Terganggu

SUMEDANG – Sekitar 50 hektare sawah di Blok Batu Karut Desa Cipeundeuy Kecamatan Jatinunggal, pemeliharaannya terganggu. Sebab, saluran irigasinya mengalami longsor .

Salah seorang petani setempat Agus Rahmat, 32, menuturkan bahwa dalam hal ini petani jelas sangat membutuhkan saluran irigasi yang layak untuk kelangsungan menggarap sawahnya.

“Kalau tidak ada saluran irigasi kami gak bisa maksimal mengolah sawah ini. Harus mengandalkan air hujan yang turun dari langit saja,” katanya, kemarin (26/12).

Oleh sebab itu, saluran irigasi yang longsor sekitar 30 meter beberapa waktu lalu itu, tentu berdampak buruk untuk para petani. Apalagi saat ini, tanaman padi tengah membutuhkan pasokan air yang cukup.

Dia menilai, kondisi saluran air tersebut memang perlu perhatian khusus. Apalagi letak saluran tersebut berada di lokasi tanah labil.

“Tanah di blok itu (Batu Karut) memang labil. Jadi perlu dilakukan pembuatan bronjong atau Tembok Penahan Tanah (TPT),” harapnya.

Selain itu, saluran irigasi yang punya fungsi sangat penting bagi petani, seharusnya jadi prioritas pembangunan pemerintah. Sebab, roda perekonomian masyarakat desa, sebagian besar bergantung kepada lahan pesawahan.

“Mengingat mayoritas penduduk di sini sebagian besar merupakan petani, jadi sudah semestinya sarana pertanian jadi prioritas,” tuturnya.

Dia menambahkan, produktifitas lahan pertanian bergantung pada kondisi saluran irigasi yang mengairinya. Tak jarang, ditemui hamparan sawah yang dinilai bagus, namun harus menyandang status sawah kurang produktif hanya karena saluran irigasinya minim.

“Sebagus apa pun hamparan lahan tani, tapi kalau salurannya tidak ada, itu akan jadi sawah tadah hujan yang hanya bisa dikelola saat ada turun hujan saja,” ucapnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed