oleh

Ironis!! Tiga Lansia di Pamarisen Hidup Satu Atap Dalam Kemiskinan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Setiap orang ingin memiliki rumah yang layak untuk ditempati, dimana semua anggota keluarga dapat tidur dengan nyaman tanpa harus merasakan dinginnya udara malam.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ibu Emay, 69, warga asal Dusun Pamarisen, Rt 04 Rw 01, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara.

Emay bersama suaminya Edi, 66, dan adiknya Omoh, 66, hidup bersama didalam sebuah rumah sempit yang hanya memiliki dua kamar berukuran kecil.

Tak hanya itu, Emay juga ditemani oleh cucu perempuanya Dini, 14, yang kini duduk di bangku sekolah salah satu SMP di Sumedang.

Sang suami Edi, sudah lama berhenti bekerja menjadi seorang satpam di salah satu perumahan di Jakarta. Dan kini dia harus hidup dengan diiringi rasa sakit dari penyakit rematik yang telah lama dideritanya.

Tak hanya sang suami, Emay juga didiagnosis memiliki riwayat penyakit yang sama. Dimana setiap harinya harus merasakan sakit sehingga terpaksa selalu diam di rumah.

Bahkan, cobaan pun tidak hanya sampai disitu. Ditengah-tengah rasa sakitnya, Emay dan suami harus rela tidur beralaskan tikar dan diselimuti dinginnya angin malam.

“Kalau suami di kamar depan, kalau saya dikamar satunya lagi berdua sama cucu. Dan adik saya ditengah rumah,” ujarnya.

Untuk kebutuhan hidupnya, Emay saat ini dibiayai oleh anaknya, orang tua Dini yang kini tengah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Batam.

“Kadang saya dikirim Rp800 ribu, kadang juga Rp500 ribu. Itu untuk biaya hidup 4 orang selama sebulan,” terangnya.

Sementara itu, Emay juga mengaku selama ini tidak menerima bantuan dari pemerintah. Jika kebutuhan hidupnya tidak mencukupi, dia kerap menerima bantuan alakadarnya dari warga.

“Iya, tidak mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah,” sebutnya.

Namun demikian, ditengah kesulitan itu, mereka masih tetap menjalani kehidupan dengan saling memberikan kasih sayang satu sama lain. (Annisa Nurul Hamidah/Mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed