oleh

Iwan: Status Biru Sumedang Masih Dipertanyakan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sekretaris Komisi C DPRD Sumedang Iwan Nugraha berharap, agar Pemkab Sumedang jangan terlalu tergesa gesa mengakhiri PSBB di Kabupaten Sumedang. Jangan terburu-buru menormalisasi PSBB di saat Pemprov Jabar masih memberikan ruang perpanjangan PSBB.

Iwan menegaskan, pastikan dulu penyebaran Covid 19 sudah melandai, baru bisa diterapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Iwan juga berpesan harusnya Pemkab Sumedang terus melakukan pemeriksaan swab secara masif. 

“Kita relatif tidak ada penambahan kasus positif itu karena dua pekan ini tidak ada pemeriksaan swab/PCR,” ujar Iwan saat berbincang dengan Sumeks, Sabtu (30/5).

Dikatakan, pasca salah satu karyawan Puskesmas Sawahdadap dinyatakan positif, harusnya seluruh karyawan Puskesmas tersebut di-swab ulang karena ada kontak, tapi hanya di rapid tes saja.

“Jadi status biru Sumedang itu masih dipertanyakan,” tegasnya.

Akan tetapi, kata Iwan, Pemkab Sumedang sudah memutuskan mengakhiri PSBB dan melanjutkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Menurutnya, memang AKB ini mungkin jalan tengah antara PSBB dan New Normal. Pasalnya, secara ideal belum waktunya diterapkan New Normal karena kebiasaan masyarakat. “Dengan New Normal setidaknya masyarakat harus sudah siap betul dengan kata ‘new’ itu,” tegasnya.

Iwan menuturkan membiasakan physical distancing, keluar rumah bermasker, membiasakan cuci tangan atau membawa hand sanityzer serta pembiasaan protokol kesehatan lainnya masih memerlukan waktu.

“Sampai saat ini pembiasaan ini masih susah diterapkan di masyarakat,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait New Normal atau AKB akan kembali memulihkan kehidupan masyarakat dengan cepat, Iwan menjelaskan.

Diakui Iwan, dampak PSBB dalam hal perekonomian menjadi kendala besar, pemerintah juga kedodoran dengan konsekuensinya. Pemulihan ekonomi juga dengan New Normal ataupun AKB tidak akan segera seperti sediakala.

“Tapi yang terpenting dengan aktivasi kegiatan perekonomian dan pendidikan protokol kesehatan tetap secara optimal dijalankan. Karena, kalau tidak justru kekhawatiran kita perekonomian belum pulih tapi angka kejangkitan covid 19 ini yang melonjak lagi,” paparnya

Iwan juga mengakui memang bukan pilihan mudah untuk melanjutkan atau mengkhiri PSBB.

“Yang terpenting kita tetap melakukan berbagai antisipasi, baik dari penerapan protokol kesehatan ataupun bahkan sampai kemungkinan perlunya intensifikasi penanganan kesehatan lagi ke depannya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Iwan, pengetatan pintu masuk perbatasan masih harus dilakukan. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed