Jalan Putus Pedagang Ketus

**Akses Makin Jauh, Pengaruhi Mental Usaha

JATIGEDE – Warga Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede mengeluh dengan terputusnya akses jalan di kawasan Anggaranu. Kali ini, keluhan datang dari mereka yang sehari-hari berdagang.

Sebelumnya, keluhan juga disampaikan para pelajar yang harus rela naik rakit untuk berangkat dan pulang sekolah. Jalan di Blok Anggaranu terendam sejak Rabu lalu, akibat naiknya Muka Air Waduk (MAW) Jatigede yang telah mencapai titik 254 meter di atas permukaan laut.

Imbasnya, warga yang akan dan dari Desa Mekarasih dan dua desa lainnya di Kecamatan Jatigede kesulitan akses jalan. Sementara Jalan Lingkar Timur Jatigede hingga saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Maya, 35, seorang pedagang warung nasi mengaku dirinya kemungkinan bisa menaikan harga. Karena saat ini untuk membeli bahan baku memakan waktu lebih lama. Tak hanya itu biaya transfor pun lebih mahal karena jarak tempuh bisa sampai dua kali lipat.

”Saya sangat menyayangkan terendamnya jalan tersebut sebelum jalan lingkar jadi. Karena saya selaku penjual nasi di Desa Mekarasih merasa sangat dirugikan,” ujar Maya.

Dia bercerita, sudah dua hari terakhir ini tidak berbelanja bahan-bahan untuk dijual. Sebab, untuk berbelanja ke pasar Wado, saat ini terlalu jauh dan berisiko tinggi, akibat akses jalan yang akan dilalui kondisinya sangat buruk.

”Sudah dua hari nggak belanja, rasanya malas kalau harus lewat jalur lain,” paparnya.

Secara tidak langsung, dengan kondisi terendamnya akses jalan tersebut, mental usaha mereka jadi terganggu. Dampak selanjutnya akan berimbas pada menurunnya tingkat perekonomian.

“Kalau mental usaha kita sudah lemah begini, besar kemungkinan akan terjadinya pelemahan terhadap sector ekonomi didaerah terdampak,” sebutnya.

Lebih jauh lagi, saat akses jalan yang jauh itu banyak memakan biaya oprasional. Maka dengan sendirinya harga barang dan jasa akan tinggi dan hal itu membebani terhadap kebutuhan masyarakat. ”Harga barang dan jasa akan tinggi, masyarakat pasti terbebani,” pungkasnya. (**)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.