oleh

Jalur Paseh Makan Korban Kecelakaan Lalulintas

PASEH – Akibat minimnya rambu lalu lintas, sering terjadi kecelakaan di Jalur Cirebon Bandung. Tepatnya, di ruas jalan Legok-Nyalindung Kecamatan Paseh. Keadaan jalan yang menurun dengan beberapa tikungan cukup tajam, ditambah dengan tidak adanya rambu lalu lintas menjadi penyebabnya.

Seperti yang terjadi pada Kamis (5/11) pagi, sekitar pukul 05.00. Sebuah dump truk bernomor polisi E 8873 S, harus terjungkal di Dusun Silegok, Desa Pasireungit Kecamatan Paseh. Truk yang dikemudikan Hendra (30), warga Kertasmaya, Kabupaten Indramayu menabrak pilar sebuah jembatan dan terguling dengan posisi miring.

Hendra mengeluhkan tidak adanya rambu lalu lintas di kawasan Paseh. Menurutnya, semenjak dirinya keluar dari perempatan Legok, tidak ada rambu lalu lintas ataupun peringatan jalan berbahaya/rawan kecelakaan.

“Semenjak saya pertama kesini, dari perempatan Legok hingga turunan Nyalindung tidak ada sama sekali rambu lalu lintas. Padahal, daerah ini merupakan daerah cukup rawan kecelakaan,” kata Hendra ketika ditemui Sumedang Ekspres, kemarin.

Hendra menambahkan, kecelakaan sering terjadi di jalur ini. Dalam sebulan bisa beberapa kali terjadi kecelakaan. Sebutnya, rambu-rambu sangat dibutuhkan agar para pengendara selalu berhati-hati. “Minimal bisa mengingatkan pengendara mobil ataupun motor, bahwa ini merupakan medan yang cukup rawan kecelakaan,” tambahnya.

Hal itu diamini seorang warga Kecamatan Paseh, Asep. Menurutnya, selain banyak tikungan dan turunan jalan, di ruas jalan itu banyak terdapat perempatan jalan yang sering dilalui warga. “Ada pula sekolah, kantor-kantor pemerintahan, sarana beribadah yang sering digunakan warga dan tempat perbelanjaan,” kata Asep.

Asep menambahkan, untuk itu, kawasan itu memerlukan banyak rambu-rambu lalu lintas. Setidaknya, dalam bentuk peringatan bagi para pengendara kendaraan. Baik roda dua ataupun roda empat.

“Rambu lalu lintas sangat dibutuhkan. Selain mengingatkan pengendara, juga untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kecelakaan,” tanndasnya.

Asep menyebutkan titik-titik yang dibutuhkan rambu-rambu lalu lintas. Diantaranya, setiap perempatan jalan, di depan sekolah dan kantor pemerintahan, sarana beribadah dan tempat belanja warga.

“Aktifitas warga cukup ramai di situ. Terutama, pada saat masuk dan pulang sekolah serta kantor,” imbuhnya.

Asep mengharapkan pemerintah dan instansi terkait sesegera mungkin memasang rambu-rambu lalu lintas. Menurutnya, hal itu sudah tidak dapat ditunda lagi. Karena, rambu-rambu tersebut sudah merupakan kebutuhan warga. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed